DetikNews
Jumat 12 April 2019, 15:27 WIB

Julian Assange Ditangkap, Mantan Model Seksi Playboy Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Julian Assange Ditangkap, Mantan Model Seksi Playboy Marah Pamela Anderson (Dok. Getty Images)
London - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, diketahui punya banyak pendukung setia, salah satunya Pamela Anderson, yang terkenal sebagai mantan model Playboy dan aktris serial televisi Baywatch. Pamela dilaporkan marah setelah mengetahui Assange ditangkap polisi Inggris di dalam Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London.

"Saya terkejut," ucap Pamela yang kini berusia 51 tahun dalam komentarnya via Twitter, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/4/2019). Komentar itu diposting Pamela setelah mendengar kabar penangkapan Assange di London, usai Ekuador mencabut suaka diplomatik untuknya.

Diketahui bahwa Pamela kerap menulis soal Assange di blognya dan beberapa kali mengunjungi Assange di Kedubes Ekuador di London, yang menjadi tempat tinggal Assange sejak tahun 2012.

Beberapa waktu lalu, Pamela mengecam Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison melalui surat terbuka dengan menyatakan Morrison telah 'meremehkan' Assange dan berkomentar 'cabul' tentang dirinya. Kecaman Pamela itu terkait dengan seruan kepada Morrison untuk 'membela' Assange yang merupakan warga negara Australia dan memulangkannya ke Australia.


Komentar keras dilontarkan Pamela melalui akun Twitternya, setelah Assange ditangkap. Dalam komentarnya, Pamela menyebut Assange sebagai 'pahlawan' dan mengecam Presiden AS Donald Trump sebagai 'presiden pengecut beracun'.

"Teganya Anda, Ekuador? (Karena dia membongkar Anda)" sebut Pamela dalam komentarnya. "Teganya Anda, Inggris?" imbuhnya, sembari menambahkan, "Anda perlu pengalihan dari omong kosong Brexit bodoh."

"Dan USA? Presiden pengecut beracun ini, dia perlu mengerahkan basis pendukungnya? - Anda egois dan kejam. Anda telah membawa seluruh dunia dalam kemunduran," tulis Pamela dalam komentarnya, merujuk pada Trump.

Sebelumnya, dalam komentar kepada wartawan pada Kamis (11/4) waktu setempat, Trump menyatakan dirinya tidak punya komentar apapun soal penangkapan dan dakwaan terhadap Assange. Padahal diketahui saat kampanye pilpres 2016, Trump terang-terangan menyatakan: "WikiLeaks, I love WikiLeaks."


Hal itu dilontarkan Trump setelah WikiLeaks merilis email-email yang oleh otoritas AS diretas oleh Rusia untuk menyudutkan rival Trump, Hillary Clinton, dari Partai Demokrat.

Hubungan dekat antara Pamela dan Assange sempat dirumorkan lebih dari sekedar teman. Namun dalam wawancara dengan berbagai media, termasuk majalah 'People', dengan Piers Morgan dalam acara 'Good Morning Britain' dan dengan '60 Minutes Australia' di TV Channel Nine, Pamela menyangkal dirinya menjalin hubungan asmara dengan Assange.

Para fotografer kerap menangkap keberadaan Pamela, yang seringkali membawa makanan, saat mengunjungi Kedubes Ekuador di London tahun 2017 lalu. Para pengunjung Assange di Kedubes Ekuador mulai dibatasi sejak Oktober 2018.

Belum ada komentar dari Lady Gaga, yang juga dikenal sebagai pendukung Assange, atau dari perancang busana ternama Inggris, Vivienne Westwood.


Pekan lalu, Westwood memposting foto dirinya memakai kaos bertuliskan "I'm Julian Assange" dan menuliskan komentar Twitter berbunyi: "Julian dipenjara atas klaim palsu soal melanggar jaminan. Isu sebenarnya adalah kebebasan berbicara."


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed