DetikNews
Kamis 11 April 2019, 11:52 WIB

Diikuti 900 Juta Pemilih, India Gelar Pemilu Terbesar di Dunia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Diikuti 900 Juta Pemilih, India Gelar Pemilu Terbesar di Dunia PM India Narendra Modi (Foto: REUTERS/Amit Dave)
New Delhi - Bangsa India hari ini menggelar pemilihan umum (pemilu) terbesar dalam sejarah dunia. Perdana Menteri (PM) Narendra Modi difavoritkan untuk memenangi pemilu raksasa ini dan kembali menjabat untuk kedua kalinya.

Pemilu tahun ini diikuti oleh sekitar 900 juta rakyat India yang memiliki hak suara atau sekitar 10 persen penduduk dunia. Jumlah ini mencapai empat kali lipat jumlah pemilih sah di Amerika Serikat. Ini menjadikan pemilu India sebagai pemilu terbesar sepanjang sejarah manusia.

India pertama kali melaksanakan pemilu pada 1951-1952, tak lama setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Dalam pemilu ini, para pemilih India akan memilih wakil mereka di parlemen, yang nantinya akan menentukan apakah PM Narendra Modi akan kembali menjabat untuk periode lima tahun berikutnya.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/4/2019), dikarenakan luasnya India, pemungutan suara akan diadakan dalam tujuh tahap antara 11 April hingga 19 Mei 2019, mulai dari perkebunan teh Darjeeling hingga daerah-daerah kumuh di Mumbai hingga Kepulauan Andaman dan tempat-tempat lainnya. Setiap negara bagian menggelar pemilu di hari yang berbeda. Penghitungan suara akan dilakukan serempak pada 23 Mei dan hasilnya diharapkan bisa diketahui di hari yang sama. Ribuan kandidat akan bertarung memperebutkan suara di 543 konstituen di seluruh India, yang berpenduduk 1,3 miliar orang.


Pasukan keamanan berada dalam keadaan siaga tinggi karena bahaya kekerasan saat waktu pemilihan, dengan lima orang termasuk seorang anggota parlemen lokal tewas dalam serangan oleh para tersangka pemberontak Maois minggu ini.

Media sosial pun riuh karena dibanjiri dengan disinformasi, berita palsu seputar pemilu.

Dalam tahap pertama yang digelar pada Kamis (11/4) ini, sekitar 142 juta orang akan menggunakan hak suaranya. Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di negara-negara bagian timur laut India seperti Arunachal Pradesh yang berbatasan dengan China, akan dibuka paling awal, diikuti kemudian oleh negara bagian Uttar Pradesh di utara India, Jammu dan Kashmir di wilayah Himalaya dan Telangana di selatan India.

Para pemilih sangat antusias. Bahkan di Assam, timur laut India, para pemilih mulai mengantre 45 menit sebelum pemungutan suara dimulai. Tahun ini tercatat ada sekitar 84 juta orang yang baru pertama kali memilih dan mereka sangat antusias.


"Rasanya hebat untuk menggunakan hak pilih, yang membuat saya menjadi bagian dari sistem demokrasi dan membuat saya bertanggung jawab untuk memilih pemimpin yang baik yang bisa memimpin negara," tutur Anurag Baruah (23) kepada AFP.

Pemilu ini dianggap sebagai referendum bagi kekuasaan PM Modi. Meski dipuja-puja para pendukungnya, PM Modi juga dikritik karena dianggap sebagai biang polarisasi antara warga mayoritas Hindu dengan 200 juta warga Muslim di India.

Modi dan partai sayap kanannya, Bharatiya Janata Party (BJP) meraih kekuasaan pada tahun 2014 dengan janji terkenal mereka "achhe din" (hari-hari baik), dan menjadi partai pertama yang memenangkan mayoritas absolut dalam kurun waktu 30 tahun.

Tonton Video 20Detik: Warga Miskin India Terabaikan dan Dilupakan Politisinya

[Gambas:Video 20detik]





(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed