DetikNews
Rabu 10 April 2019, 03:20 WIB

Gambar Lubang Hitam Angkasa Segera Disingkap untuk Pertama Kali

Danu Damarjati - detikNews
Gambar Lubang Hitam Angkasa Segera Disingkap untuk Pertama Kali Teleskop radio EHT (Akun Twitter EHT/@ehtelesope)
Brussels - Besar, rakus, dan amat sangat kuat. Begitulah deskripsi tentang lubang hitam. Fisikawan percaya lubang hitam di luar angkasa itu ada, meskipun tak ada seorangpun yang pernah mengobservasi lubang hitam secara langsung.

Namun perubahan akan segera terjadi. Rabu (10/4/2019), para ilmuwan dari tiga benua bersiap untuk menyingkap gambar pertama dari raksasa yang membingungkan itu. Mereka akan menyatukan banyak data yang diperoleh dari jejaring global teleskop radio.

Enam jumpa pers besar bakal digelar secara simultan untuk mengumumkan hasil temuan Teleskop Horizon Peristiwa, atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai "Event Horizon Telescope (EHT)". Teleskop ini adalah sebentuk kolaborasi ilmuwan internasional yang akan menyajikan gambar lubang hitam ke khalayak umum. Momen ini telah dinanti sejak lama.



Sejak April 2017, enam teleskop radio di titik yang berlainan bekerja sama, yakni di Hawaii, Arizona Amerika Serikat (AS), Meksiko, Chile, dan Kutub Selatan. Mereka mengumpulkan data dari sudut pandang masing-masing.

Gambar Lubang Hitam Angkasa Bakal Disingkap untuk Pertama KaliFoto: Teleskop radio EHT (Akun Twitter EHT/@ehtelesope)

Kini data telah terkumpul namun masih disusun, sebelum akhirnya bisa diumumkan ke publik dalam bentuk gambar lubang hitam. "Algoritma pencitraan yang kami kembangkan akan mengisi kekosongan data yang kami belum dapatkan untuk merekonstruksi sebuah gambar lubang hitam," kata tim ilmuwan dalam situs mereka, dilansir AFP, Rabu (10/4/2019).

Video: Penampakan Black Hole yang Kagetkan Dunia

[Gambas:Video 20detik]



Apa itu lubang hitam?

Lubang hitam adalah benda angkasa yang mampu memampatkan massa yang sangat besar menjadi sangat kecil. Bila bumi kita masuk ke lubang hitam, maka bumi ini bakal dimampatkan oleh sang lubang hitam menjadi sekecil tutup botol. Matahari yang senantiasa muncul di pagi hari bisa dimampatkan diameternya menjadi sebesar 6 km saja.

Hal itu dijelaskan oleh astronom dari Paris LSL Observatory bernama Guy Perrin, sebagaimana dilansir AFP.

Albert Einstein pernah menjelaskan perkara lubang hitam ini dalam hukum relativitas umum seabad lalu. Lubang hitam punya gravitasi yang mahadahsyat. Monster omnivora itu sangat kuat, tak ada benda yang mampu melepaskan diri dari lubang hitam, bila benda itu sudah terlalu dekat. Bintang-bintang, gelombang elektromagnetik, bahkan cahaya bakal tak berdaya melawan kekuatan lubang hitam.

Namun lubang hitam itu sendiri adalah wujud yang tak terlihat. Ilmuwan mengetahui keberadaan lubang hitam lewat akibat yang ditimbulkan lubang hitam itu.



Ada dua jenis lubang hitam. Petama, lubang hitam berjenis taman. Jenis ini terbentuk bila bintang raksasa hancur oleh dirinya sendiri dan membentuk supernova.

Lubang hitam jenis ini 20 kali lebih besar ketimbang matahari di tata surya kita, namun tetap saja kecil bila dibanding luasnya ruang angkasa. Mencoba mengamati lubang hitam yang terdekat dari bumi itu sama saja seperti mencari sel manusia di permukaan bulan.

Jenis kedua yakni lubang hitam supermasif. Jenis ini ukurannya sejuta kali lebih besar ketimbang matahari. Lubang hitam supermasif terbentuk sejak awal sejarah alam semesta.


Gambar Lubang Hitam Angkasa Bakal Disingkap untuk Pertama KaliIlustrasi lubang hitam angkasa (Marian Henbest via AFP)

Bumi ini berada di galaksi Bima Sakti, atau orang Barat biasa menyebut sebagai 'Milky Way'. Lubang hitam raksasa ada di setiap galaksi besar, tak terkecuali Bima Sakti.

Ada dua lubang hitam yang terlacak Teleskop Horizon Peristiwa (EHT). 10 April 2019 ini, ilmuwan EHT akan menggelar jumpa pers bersama Komisi Eropa (badan eksekutif Uni Eropa) dan Dewan Riset Eropa. Mereka akan mengungkap hasil riset EHT. Jumpa pers bakal digelar di Gedung Berlaymont, Rue de la Loi (Wetstraat) 200, B-1049 Brussels, Belgia.

Dua lubang hitam menurut EHT diidentifikasi sebagai Sagittarius A* atau disingkat Sag A*, jaraknya 26 ribu tahun cahaya dari bumi ini. Bayangkan, cahaya saja butuh waktu 26 ribu tahun untuk sampai ke Sag A*, padahal kecepatan cahaya adalah 300 ribu km/detik.

Sag A* punya massa 4,1 juta kali matahari. Diameter Sag A* adalah lima kali jarak bumi dan matahari.



Sedangkan lubang hitam yang satu lagi adalah yang terbesar sejauh yang bisa diketahui sampai sekarang. Enam miliar kali lebih besar ketimbang matahari dan 1.500 kali lebih besar dari Sag A*. Jaraknya 50 juta tahun cahaya dari bumi ini, lokasinya ada di galaksi bernama M87.

Bintang yang terlalu dekat bakal tergilas, tercabik, dan berubah bentuk menjadi gas putih panas yang berputar-putar (mirip pusaran angin atau air). Ini karena lubang hitam punya tarikan gravitasi yang gila-gilaan. Serpihan-serpihan bintang bakal berputar di tepian lubang hitam.

"Ketika lubang hitam menghisap suatu objek-membentuk yang kami sebut sebagai piringan pertambahan-maka massa objek itu akan bersinar (terlebih dahulu sebelum terhisap)," kata astrofisikawan dari Badan Luar Angkasa Eropa, Paul McNamara.

Jadi, meski astronom tak bisa mengobservasi lubang hitam secara langsung, mereka tetap bisa melihat apa yang terjadi di kawasan perbatasannya, atau di cakrawala kejadian (horizon peristiwa), disebut pula sebagai "titik tanpa jalan kembali" alias "point of no return".




Gambar Lubang Hitam Angkasa Segera Disingkap untuk Pertama Kali

(dnu/azr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed