detikNews
Selasa 09 April 2019, 13:07 WIB

3 Kapal Militer Rusia Tiba di Filipina Saat AS Gelar Latihan Militer

Novi Christiastuti - detikNews
3 Kapal Militer Rusia Tiba di Filipina Saat AS Gelar Latihan Militer Kapal militer Rusia saat berlabuh di Manila (MARIANNE BERMUDEZ/Inquirer.net)
Manila - Kedatangan tiga kapal militer Rusia di Manila terjadi bersamaan dengan latihan militer gabungan Balikatan yang tengah berlangsung antara Filipina dan Amerika Serikat (AS). Kepala Misi Rusia menegaskan tidak ada masalah antara kedatangannya ini dengan latihan militer gabungan tersebut.

Diketahui bahwa dua kapal penghancur Rusia bernama Admiral Tributs dan Admiral Vinogradov bersama satu kapal tanker Rusia bernama Admiral Irkut telah berlabuh di South Harbor, Manila pada Senin (8/4) pagi waktu setempat. Ketiga kapal militer itu merupakan bagian dari Armada Pasifik Rusia.

Kedatangan tiga kapal ini di Manila disebut sebagai 'kunjungan baik', yang akan berlangsung selama lima hari. Namun diketahui juga bahwa pada saat bersamaan, Filipina sedang menggelar latihan militer gabungan Balikatan dengan AS. Latihan selama 12 hari itu dijadwalkan berlangsung hingga 12 April mendatang.


Seperti dilansir media lokal Filipina, Inquirer.net dan BusinessMirror, Selasa (9/4/2019), Kepala Misi Rusia, Kapten Sergey Alantiev, menyatakan pihaknya tidak melihat adanya konflik antara kunjungan armada Rusia dengan digelarnya latihan militer gabungan Filipina-AS.

"Sebenarnya, kami tidak berpikir itu kontraproduktif dalam cara apapun," tegas Alantiev kepada wartawan setempat.

"Kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa kami memiliki hubungan luar biasa dan baik dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, dan semua upaya yang ditujukan untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan, baik itu Rusia atau Amerika, merupakan upaya dalam nama perdamaian dan stabilitas dan untuk tujuan yang sama," ujarnya.


Ditegaskan Alantiev bahwa kunjungan armada Rusia ke Manila ini direncanakan jauh sebelum latihan militer gabungan Balikatan digelar. Bahkan, sebut Alantiev, saat pembahasan rencana kunjungan dilakukan antara Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut Filipina, latihan gabungan dengan militer AS tidak masuk pembahasan.

"Faktanya, saya baru saja mengetahui bahwa latihan itu sedang berlangsung baru-baru ini. Tapi karena itu tidak mencegah kami untuk melakukan kunjungan ini dalam cara apapun, (dan) itu tidak menimbulkan ketidaknyamanan, kami memutuskan untuk melakukannya," tutur Alantiev.

Tiga kapal militer Rusia itu mengikuti seremoni penyambutan bersama kapal Angkatan Laut Filipina, BRP Ramon Alcaraz, sebelum berlabuh di Manila. Kehadiran kapal-kapal militer Rusia ini dipandang sebagian pihak sebagai sikap terkuat pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte dalam menunjukkan kecondongan pada poros Timur.


Bagi pemerintah Filipina, kehadiran kapal-kapal militer Rusia itu menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memperkuat hubungan dan kerja sama kedua negara. "Kami mengharapkan untuk memperkuat hubungan bilateral ini ke level selanjutnya," ucap Kapten Constancio Arturo Reyes Jr, perwakilan Flag Office in Command Filipina.

Ketiga kapal militer Rusia ini akan berada di Manila hingga 13 April, atau sehari setelah latihan militer gabungan Balikatan antara Filipina dan AS berakhir. Latihan gabungan yang digelar tahunan itu melibatkan lebih dari 7.500 tentara Filipina dan AS, juga melibatkan sejumlah jet tempur siluman F-35B dan melibatkan latihan tembakan sungguhan serta operasi amfibi.

Latihan militer gabungan itu juga diikuti oleh militer Jepang dan Australia. Negara-negara lain seperti Kanada, Selandia Baru, Korea Selatan, Thailand, Vietnam dan Inggris turut hadir sebagai pemantau latihan gabungan itu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed