Round-Up

Julian Assange Kehilangan Suaka, Sudah Dinanti Amerika

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Apr 2019 07:25 WIB
Julian Assange (Foto: ABC Australia)
Jakarta - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, akan kehilangan suaka di Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, Inggris. Sebabnya, Assange dianggap 'berulang kali melanggar' ketentuan suakanya.

Warga Australia ini sudah tujuh tahun berlindung di Kedubes Ekuador. Pemerintah Ekuador menduga Assange atau WikiLeaks berperan atas tersebarnya foto Presiden Ekuador, Lenin Moreno, saat tinggal di Eropa beberapa tahun lalu. Foto-foto itu tersebar di media sosial.


Moreno sendiri tak secara langsung mengatakan Assange pelaku penyebaran foto-foto tersebut. Namun Moreno sudah mengingatkan Assange tidak punya hak 'meretas akun-akun pribadi maupun telepon-telepon'. Termasuk tidak bisa mencampuri politik negara lain, khususnya yang punya hubungan baik dengan Ekuador.

"Tuan Assange telah melanggar kesepakatan yang kami capai dengannya dan penasihat hukumnya, terlalu banyak," sebut Moreno dalam wawancara dengan Ecuadorian Radio Broadcasters' Association, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (5/4/2019).


"Bukannya dia tidak bisa berbicara dan mengekspresikan dirinya secara bebas, tapi dia tidak bisa berbohong ataupun meretas akun-akun privat atau telepon," imbuhnya.

Akun Twitter WikiLeaks pada Jumat (5/4) waktu setempat, seperti dilansir media Inggris, Evening Standard, menyebutkan Assange akan diusir dari Kedubes Ekuador di London 'dalam hitungan jam hingga hari'. Kicauan itu didasarkan WikiLeaks dari 'seorang sumber level tinggi'.


WikiLeaks menyatakan paling cepat Assange akan keluar dari Kedubes Ekuador di London pada Jumat (5/4) pagi waktu setempat. Disebutkan juga oleh WikiLeaks dalam kicauannya bahwa Ekuador telah memiliki 'kesepakatan dengan Inggris untuk penangkapannya (Assange)'.


Diusirnya Assange dari Kedubes Ekuador di London dilaporkan sudah dinanti-nanti Amerika Serikat (AS). Assange sendiri juga khawatir diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal mengenai WikiLeaks.

Sebelumnya laporan yang dibuat oleh surat kabar AS The New York Times menyebutkan Presiden Ekuador akan menyerahkan Assange kepada AS dengan imbalan pengurangan utang. Namun informasi ini belum terkonfirmasi.


Menurut jurnalis pemenang Pulitzer dan pendiri website The Intercept Glenn Greenwald, Assange masih akan ditahan segera setelah meninggalkan gedung Kedubes Ekuador.

Assange mencari perlindungan di Kedubes Ekuador di London tahun 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Pihak berwenang Swedia ingin menyelidiki Assange dalam kasus tuduhan serangan seksual. Namun assange ingin tetap tinggal di dalam Kedubes Ekuador di London karena khawatir akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal terkait WikiLeaks. (jbr/gbr)