DetikNews
Jumat 05 April 2019, 13:27 WIB

Boeing Minta Maaf Atas Tragedi Ethiopian Airlines dan Lion Air

Novi Christiastuti - detikNews
Boeing Minta Maaf Atas Tragedi Ethiopian Airlines dan Lion Air Ilustrasi (Stephen Brashear/Getty Images)
Washington DC - Pihak Boeing menyampaikan permohonan maaf atas jatuhnya korban tewas dalam dua kecelakaan Boeing 737 MAX buatannya yang digunakan Ethiopian Airlines dan Lion Air. Untuk ke depan, Boeing bertekad mendapatkan kembali kepercayaan publik.

"Kami di Boeing, minta maaf atas hilangnya nyawa dalam kecelakaan-kecelakaan terbaru 737 MAX," ucap CEO Boeing, Dennis Muilenburg, dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Jumat (5/4/2019).

"Tragedi-tragedi ini terus menjadi beban berat dalam hati dan pikiran kami, dan kami menyampaikan simpati kami kepada keluarga tercinta para penumpang dan awak pada penerbangan Lion Air 610 dan penerbangan Ethiopian Airlines 302," imbuh Muilenburg.

Dalam pernyataannya, Muilenburg yang mewakili Boeing, untuk pertama kalinya mengakui peran sistem anti-stall atau MCAS (Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver) dalam dua kecelakaan tersebut. Muilenburg mengakui terjadinya 'aktivasi keliru' pada sistem MCAS Boeing 737 MAX 8. Sistem itu dirancang untuk mencegah posisi stall, namun malah membuat Ethiopian Airlines ET 302 dan Lion Air JT 610 jatuh.


Sistem MCAS disebut merespons data yang salah dari sensor angle-of-attack, yang menunjukkan pesawat bergerak terlalu ke atas dan berisiko mengalami posisi stalling. Angle-of-attack atau AOA merupakan sudut antara chordline sayap dengan arah udara yang melewati sayap pesawat.

"Jelas terlihat bahwa dalam kedua penerbangan (Ethiopian Airlines dan Lion Air), Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, yang dikenal sebagai MCAS, diaktifkan sebagai respons atas informasi angle-of-attack yang keliru," ujar Muilenburg dalam pernyataan pada Kamis (4/4) waktu setempat.

Muilenburg berjanji bahwa perbaikan software MCAS pada 737 MAX, yang kini tengah diproses, akan menjadikan pesawat itu sebagai salah satu pesawat paling aman yang pernah terbang.

"Kami selalu fokus, tanpa henti, pada keamanan dan akan selalu seperti itu. Ini yang menjadi inti dari Boeing. Dan kami tahu kami selalu bisa menjadi lebih baik," tegas Muilenburg. "Tim kami bertekad untuk terus meningkatkan keamanan dalam kemitraan dengan industri dirgantara global dan komunitas yang lebih luas. Tanggung jawab bersama untuk keselamatan penerbangan yang telah menjangkau dan mengikat kita semua bersama," imbuhnya.


Ditambahkan Muilenburg bahwa Boeing menyadari peran dan ketergantungan hidup banyak orang pada kinerja perusahaannya sebagai produsen pesawat terbang. Dia juga menyadari bahwa setiap orang yang menggunakan pesawat Boeing sebagai transportasi menempatkan kepercayaan tinggi pada perusahaannya.

"Bersama, kita akan melakukan semua hal yang mungkin didapat dan mendapatkan kembali kepercayaan dan keyakinan para konsumen kami dan publik dalam beberapa pekan dan bulan ke depan," ujarnya.

"Lagi, kami sangat merasa sedih dan menyesal atas rasa sakit yang dipicu oleh kecelakaan-kecelakaan ini di seluruh dunia. Semua orang yang terdampak memiliki simpati terdalam kami," tandas Muilenburg.


Saksikan juga video 'AS Pertanyakan Sertifikasi Laik Terbang Boeing 737 Max 8':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed