DetikNews
Sabtu 30 Maret 2019, 01:40 WIB

Sudan Bebaskan Jurnalis yang Kritik Presiden Omar al-Bashir

Faiq Hidayat - detikNews
Sudan Bebaskan Jurnalis yang Kritik Presiden Omar al-Bashir Presiden Sudan Omar al-Bashir (Foto: Mohamed Nureldin Abdallah/REUTERS)
Khartoum - Pihak keamanan Sudan telah membebaskan pemimpin redaksi harian independen Al-Tayar, Osman Mirghani yang ditahan. Osman ditahan karena dianggap mengkritik aturan keadaan darurat yang dikeluarkan Presiden Sudan Omar al-Bashir.

Dilansir situs AFP, Sabtu (30/3/2019), Osman diamankan pihak keamanan Sudan dari kantornya setelah membuat komentar di televisi pada Jumat (22/2) lalu. Ketika itu, Osman menyebut langkah kebijakan Omar al-Bashir akan memicu gelombang protes baru.

Osman disebut sering menjadi sasaran para pihak keamanan, dan ditahan beberapa kali, dengan menyita salinan korannya atau melarang publikasi tanpa memberikan alasan apa pun.



Badan Intelijen dan Keamanan Nasional (NISS) Sudan menyita seluruh surat kabar cetak karena artikel-artikel dianggap tidak pantas diterbitkan, terutama yang mengkritik pihak berwenang atau kebijakan pemerintah Sudan.

Para Jurnalis di Sudan pun melakukan aksi solidaritas untuk mendesak Omar al-Bashir membebaskan Osman. Mereka menyerukan kebebasan berekspresi di Sudan.

Putra Osman Jihad Mirghani mengatakan saat ini orangtuanya sudah bebas dan dalam keadaan baik.

"Ayah saya telah dibebaskan dan kesehatannya baik. Kami sekarang dalam perjalanan pulang," putranya Jihad Mirghani kepada AFP.

Diketahui, Sudan berada di peringkat ke-174 dari 180 negara dalam pengawas media Reporters Without Borders 2018 World Press Freedom Index.
(fai/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed