Putri Anwar Ibrahim Mengaku Kecewa pada PM Mahathir 'Mantan Diktator'

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 26 Mar 2019 13:46 WIB
Nurul Izzah (Foto: Dok. Instagram n_izzah)
Kuala Lumpur - Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah Anwar menuai kecaman dari berbagai pihak atas pernyataannya mengenai Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad. Dalam wawancara dengan media Singapura, Straits Times, Nurul menyebut Mahathir sebagai mantan diktator.

Dalam wawancara itu, Nurul menyampaikan kekecewaannya atas perkembangan politik menyusul pemilihan umum tahun lalu. Nurul mengaku kecewa dan "patah hati" karena kembali bekerja dengan Mahathir yang disebutnya sebagai mantan diktator. Dia menyatakan bakal mundur setelah masa jabatannya sebagai anggota Parlemen Permatang Sauh selesai karena kecewa dengan pemerintahan Pakatan Harapan di bawah Mahathir.

Nurul juga mengaku kesulitan bekerja bersama Mahathir karena masalah pribadi, yakni saat ayahnya, Anwar Ibrahim, dipecat sebagai wakil Mahathir dan dipenjara pada tahun 1998.

"Maksud saya, bekerja bersama seorang mantan diktator yang telah menimbulkan begitu banyak kerusakan, bukan hanya pada kehidupan kami namun juga sistem. Itu tidak mudah," ujar Nurul dalam wawancara tersebut seperti dilansir Free Malaysia Today, Selasa (26/3/2019).


Tak pelak lagi, kata-kata putri Anwar itu menuai kecaman dari para politisi Malaysia, termasuk dari Sekretaris Politik untuk PM Mahathir, Abu Bakar Yahya yang menyebut Nurul "tidak matang, tidak rasional dan emosional" karena melontarkan pernyataan tersebut.

Abu Bakar mengatakan, Nurul Izzah seharusnya tidak membuat komentar negatif mengenai PM Mahathir, khususnya dengan media Singapura.


"Apa yang dilakukan oleh Perdana menteri dan pemerintah saat ini tidak boleh dilihat dalam konteks pribadi oleh Nurul Izzah, tetapi harus dilihat secara keseluruhan untuk kepentingan rakyat dan bangsa," kata Abu Bakar dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai Anggota Parlemen dan mantan wakil presiden PKR, saya yakin bahwa Nurul Izzah tidak lupa bahwa posisi Dr Mahathir sebagai perdana menteri adalah keputusan bulat dewan pimpinan Pakatan Harapan (PH), sementara semua keputusan melibatkan administrasi pemerintahan diputuskan bersama oleh para menteri Kabinet," tandasnya.


Saksikan juga video 'Anwar Ibrahim Nyaleg Lagi Usai Dipenjara Karena Kasus Sodomi':

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)