DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 18:42 WIB

Roket dari Gaza Hancurkan Rumah Warga Israel, 7 Orang Terluka

Novi Christiastuti - detikNews
Roket dari Gaza Hancurkan Rumah Warga Israel, 7 Orang Terluka Rumah warga Israel rusak akibat roket dari Gaza (REUTERS/ Ammar Awad)
Tel Aviv - Sebuah roket yang ditembakkan dari wilayah Gaza mengenai sebuah rumah di sebelah utara Tel Aviv, Israel. Sedikitnya tujuh orang mengalami luka-luka akibat roket yang memicu kebakaran pada rumah tersebut.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Senin (25/3/2019), roket itu jatuh di wilayah desa Mishmeret yang berjarak 25 kilometer dari Tel Aviv pada Senin (25/3) pagi waktu setempat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel menyebut roket itu ditembakkan dari wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

CNN menyebut roket ini menjadi proyektil terjauh yang ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel sejak pertempuran sengit Israel dan Hamas pecah tahun 2014 lalu.


Roket itu menghancurkan sebuah rumah di Mishmeret setelah meledak dan menyebabkan kebakaran pada rumah itu, serta melukai orang-orang yang ada di dalamnya. Sebuah rumah lainnya dan sejumlah mobil dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat roket tersebut.

Layanan ambulans Israel, Magen David Adom, menyatakan pihaknya merawat tujuh orang yang luka-luka akibat roket tersebut. Terdapat seorang bayi, seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun, seorang bocah perempuan berusia 12 tahun dan seorang nenek berusia 60 tahun di antara korban luka.

Mereka dilaporkan menderita luka bakar dan luka terkena serpihan logam akibat ledakan roket.

Belum ada satupun pihak maupun kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket ini.


Insiden pada Senin (25/3) pagi waktu setempat ini terjadi kurang dari dua pekan setelah dua roket ditembakkan ke wilayah Tel Aviv. Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menyebut dua roket itu tidak sengaja diluncurkan oleh militan level rendah Hamas dan tidak memicu kerusakan.

Israel merespons roket itu dengan melancarkan serangan udara terhadap 100 target Hamas di Gaza, termasuk sebuah pabrik roket bawah tanah, sebuah fasilitas pelatihan dan sebuah pusat logistik.

Ditembakkannya roket ke wilayah Israel ini terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang berkunjung ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Netanyahu mengumumkan bahwa dirinya akan mempersingkat kunjungannya di AS menyusul insiden roket tersebut.

"Menyoroti peristiwa keamanan yang terjadi, saya memutuskan mempersingkat kunjungan saya ke AS," ucap Netanyahu, yang menyebut insiden roket sebagai 'serangan kejam'.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed