DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 12:27 WIB

Giliran Tour Operator Jerman Belajar Membatik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Giliran Tour Operator Jerman Belajar Membatik Foto: KBRI Berlin
Berlin - Setelah kegiatan membatik bersama perhimpunan Willkommen in Berlin (WiB), kini giliran Tour Operator Jerman belajar membatik. Sekitar 30 orang tour operator ikut dalam kegiatan membatik yang diselenggarakan KBRI Berlin di Jerman pada Rabu (20/3) waktu setempat. Bekerja sama dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Jerman, kegiatan yang diadakan di Aula KBRI Berlin ini ingin mengajak para tour operator untuk mengenal lebih dekat tentang Indonesia.

Sebelum mendengar presentasi mengenai batik, para tour operator juga diperkenalkan mengenai potensi pariwisata Indonesia. Wakil dari VITO, Yasmin Lange dalam presentasinya menjelaskan sejumlah obyek wisata Indonesia dengan ragam keindahannya, khususnya di luar Bali.

Seperti diketahui pilihan wisata di luar Bali sebenarnya sangat banyak. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, seperti kawasan pegunungan dan pantai, tapi juga banyak hal menarik untuk dikunjungi. Tradisi budaya Indonesia dengan ratusan etnis serta latar belakang agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, akan memberikan pengalaman unik yang mengesankan. Belum lagi objek wisata modern seperti beberapa lapangan golf yang ada di Pulau Bintan.

"Saya sudah sangat sering ke Indonesia, ke beberapa tempat wisatanya. Tapi tetap ingin terus kembali ke sana dan menikmati objek wisata lain. Semakin sering saya ke Indonesia semakin membuat penasaran," ujar Yasmin dalam Bahasa Jerman seperti disampaikan dalam rilis KBRI Berlin kepada detikcom, Jumat (22/3/2019).

Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno pada saat membuka acara ini menyampaikan bahwa batik hanya satu dari sekian ribu warisan budaya Indonesia. Batik kini sudah mendunia dan telah banyak diaplikasikan sebagai bagian dari fashion yang unik dan menarik. Batik juga sudah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity, pada tahun 2009.

"Untuk itu kami memang sengaja mengajak anda untuk mengetahui dan mempraktekkan langsung membatik. Saya yakin dengan kegiatan ini anda akan terbawa merasakan keunikan dan keindahan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan demikian anda akan lebih yakin untuk mengajak customer anda untuk berkunjung ke Indonesia," kata Dubes Oegroseno.

Foto: KBRI Berlin

Kegiatan membatik oleh tour operator ini adalah bagian dari strategi promosi Indonesia di Jerman. Konsepnya sederhana, yaitu memadukan antara branding dan selling sebagai sebuah kesatuan. Tour operator adalah ujung tombak untuk aspek selling objek wisata Indonesia kepada publik Jerman. Untuk itu dalam setiap kegiatan promosi wisata Indonesia kita selalu melibatkan tour operator.

Seperti yang sudah diperkirakan, para peserta sangat senang dan terkesan dengan kegiatan membatik ini. Mereka dengan serius mengikuti tahap demi tahap membatik yang dipandu oleh Muhammad Nauval dari Sanggar Barik Komar dan Epi Gunawan dari Barli Studio Art. "Inspiratif dan menyenangkan. Sayang waktunya kurang, kita ingin mencoba membuat beberapa disain lain. Saya yakin batik sangat seru tidak hanya untuk dilihat tetapi juga dipraktekkan. Saya akan promosikan Indonesia lebih gencar lagi," tutur salah satu peserta.

Sebelumnya, pada Oktober 2018 lalu, para tour operator juga diajak mengenal kuliner Indonesia melalui kegiatan kelas memasak di kediaman Dubes RI Berlin.

Jumlah wisatawan Jerman tetap meningkat dalam tahun terakhir ini, meskipun secara global angka tourism dunia menurun. Tahun 2018 total wisawatan Jerman ke Indonesia berjumlah 274.000 meningkat dari angka tahun 2017 sekitar 269.000. Wisatawan Jerman berada di peringkat ketiga setelah Inggris dan Perancis untuk asal Wisman dari benua Eropa.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed