DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 14:58 WIB

Renungan Nasional untuk Korban Teror Masjid New Zealand Digelar Jumat

Novi Christiastuti - detikNews
Renungan Nasional untuk Korban Teror Masjid New Zealand Digelar Jumat PM New Zealand Jacinda Ardern saat mengunjungi warga Christchurch usai teror terjadi (Getty Images)
Wellington - Renungan untuk mengenang para korban teror dua masjid di Christchurch, New Zealand, akan digelar secara nasional pada Jumat (22/3) besok. Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern mengharapkan seluruh warga New Zealand ikut serta di mana pun mereka berada.

Seperti dilansir New Zealand Herald dan TVNZ, Kamis (21/3/2019), PM Ardern mengumumkan detail soal renungan nasional untuk Jumat (22/3) besok.

Disebutkan PM Ardern bahwa panggilan azan akan dilakukan pukul 13.30 waktu setempat, diikuti dengan mengheningkan cipta selama dua menit pada pukul 13.32 waktu setempat. Renungan nasional ini akan digelar di kawasan Taman Hagley yang berlokasi di seberang Masjid Al Noor di Deans Ave, Christchurch.

Baik panggilan azan maupun momen mengheningkan cipta akan disiarkan secara langsung oleh TVNZ1 dan 1Newsnow.co.nz. Siaran dimulai pukul 13.25 waktu setempat.


Pada Jumat (15/3) pekan lalu, aksi teror keji di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood menewaskan 50 orang yang sedang salat Jumat.

Setiap warga New Zealand didorong untuk ikut bergabung saat momen mengheningkan cipta di mana saja mereka berada.

"Saya tahu banyak warga New Zealand berharap untuk memperingati sepekan yang telah berlalu sejak serangan teroris dan untuk mendukung komunitas muslim saat mereka kembali ke masjid-masjid," ucap PM Ardern dalam pernyataannya.

"Bagaimana kita memilih untuk melakukan refleksi saat momen mengheningkan cipta akan berbeda bagi setiap kita. Semua orang seharusnya melakukan apa yang dirasa nyaman bagi mereka, di mana pun mereka berada -- di rumah, di tempat kerja, di sekolah," tuturnya.


Ditambahkan PM Ardern bahwa perencanaan tengah disusun untuk Layanan Memorial Nasional bagi para korban, yang mungkin akan digelar pekan depan.

"Sementara itu akan digelar di Christchurch, kita tengah mempertimbangkan bagaimana kita bisa melibatkan seluruh New Zealand," sebutnya.

Lebih lanjut, PM Ardern menyatakan dirinya mengapresiasi ketertarikan signifikan yang muncul dari seluruh wilayah New Zealand juga dari komunitas internasional. Dia menyatakan pemerintah New Zealand akan bekerja secara saksama dengan komunitas muslim setempat, Ngai Tahu (badan suku Maori), Federasi Asosiasi Islam New Zealand dan Dewan Kota Christchurch untuk selanjutnya memberikan informasi ke publik sesegera mungkin.

"Sebagai sebuah negara, sebagai satu kesatuan, kita akan memberikan penghormatan kita kepada mereka yang meninggal di Christchurch," tandas PM Ardern.



Simak Juga "New Zealand Larang Senapan Semi-Otomatis dan Serbu Pascateror Masjid":

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed