DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 10:09 WIB

PT. KAI Siap Bawa Kereta Hidrogen Pertama di Dunia ke Indonesia

Rita Uli Hutapea - detikNews
PT. KAI Siap Bawa Kereta Hidrogen Pertama di Dunia ke Indonesia kereta hidrogen pertama di dunia (Foto: KBRI Berlin)
Berlin - Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (PT.KAI), Edi Sukmoro dan tim berkunjung ke Jerman dan menjajal kemampuan Coradia iLint, kereta hidrogen pertama di dunia. Edi menumpangi kereta tersebut dengan rute Bremervӧrde dan Buxtehude dan melaju pada kecepatan 80 km/jam. Rute sepanjang 40 km di negara bagian Lower Saxony, Jerman ini ramai diisi oleh para komuter yang umumnya bekerja di kota Hamburg.

"Setiap hari ada dua kereta hidrogen yang beroperasi di rute Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervӧrde, dan Buxtehude. Total jarak tempuhnya sekitar 100 km. Dengan kapasitas penumpang 150 orang, kereta ini normalnya berkecepatan 140 km/jam. Namun untuk rute Bremervӧrde - Buxtehude, kecepatan maksimal yang diperbolehkan hanya 80 km/jam," begitu penjelasan Stefan Schrank, Project Manager Coradia iLint, yang menemani Delegasi KAI selama kunjungan pada Senin (18/3) waktu setempat.

Coradia iLint dibangun oleh Alstom, perusahaan multinasional asal Prancis, dengan pembiayaan dari pemerintah Federal Jerman. Pembangunan kereta tersebut didukung oleh pemerintah negara bagian Lower Saxony, serta Eisenbahnen und Verkehrsbetriebe Elbe-Weser GmbH (EVB), selaku operator penyedia jasa transportasi kereta api di kota Bremervӧrde, Jerman. Sejak bulan September 2018 sampai dengan saat ini, Coradia iLint telah menempuh jarak sepanjang 65 ribu km atau 81 kali perjalanan Jakarta-Surabaya.

PT. KAI Siap Bawa Kereta Hidrogen Pertama di Dunia ke IndonesiaFoto: KBRI Berlin

Lebih lanjut Stefan menjelaskan bahwa kereta hidrogen ini sangat ramah lingkungan. Kereta tersebut menggunakan elektrifikasi melalui proses kombinasi hidrogen dan oksigen sehingga emisi yang dikeluarkan adalah air. Bahan baku utama yang digunakan adalah Hidrogen yang berasal dari biomass ataupun sumber-sumber energi berkelanjutan seperti energi angin dan matahari.

"Nilai investasi kereta ini cukup kompetitif. Dari harga belinya memang kereta ini lebih mahal dari kereta diesel. Namun biaya pengoperasiannya cukup rendah karena tidak menggunakan grid listrik dan mesin diesel. Selain itu biaya maintenance nya pun murah. Sehingga bila dihitung secara total biaya investasi untuk kereta ini justru lebih murah," ujar Stefan seperti disampaikan dalam rilis KBRI Berlin kepada detikcom, Rabu (20/3/2019).

Negara bagian Lower Saxony sudah memesan 14 kereta Coradia iLint yang akan tersedia pada tahun 2021. Beberapa negara bagian di Jerman sudah menandatangani kontrak pemesanan kereta hidrogen. Beberapa negara di dunia juga telah menyatakan ketertarikan yaitu Austria Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Kanada.

"Luar biasa kereta ini. Satu langkah lebih maju dari teknologi elektrifikasi yang selama ini kita lihat yang menggunakan baterai. Kami siap untuk bekerjasama dengan Alstom Jerman dan kami siap untuk membawa kereta hidrogen pertama di dunia ke Indonesia," kata Edi.

Indonesia merupakan negara Asia pertama yang secara serius menunjukkan ketertarikannya pada kereta hidrogen Coradia iLint. Ini bukan kali pertama Indonesia melakukan penjajakan kereta ini. Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, pada tanggal 4 Desember 2018 juga telah bertemu dengan Alstom Jerman dan berkunjung ke Bremervӧrde untuk mencoba kereta tersebut.

"Sudah saatnya Indonesia juga mengunakan hidrogen sebagai bahan bakar sektor transportasi, khususnya untuk kereta. Kehadiran kereta hidrogen di Indonesia dapat menjadi bagian dari pembangunan sektor transportasi yang berkelanjutan," ujar Dubes Oegroseno.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed