detikNews
Kamis 14 Maret 2019, 17:03 WIB

Serangan Rusia Tewaskan 13 Warga Sipil di Suriah, Termasuk 6 Anak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Serangan Rusia Tewaskan 13 Warga Sipil di Suriah, Termasuk 6 Anak Foto: REUTERS/Ammar Awad
Damaskus - Serangan-serangan udara Rusia dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 warga sipil, termasuk enam anak-anak, di provinsi Idlib, Suriah. Ini merupakan serangan serupa yang pertama sejak kesepakatan gencatan senjata pada September 2018 lalu.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan, sekitar 60 orang juga terluka dalam serangan-serangan udara yang dilancarkan di sejumlah wilayah di Idlib pada Rabu (13/3) waktu setempat. Idlib merupakan benteng besar terakhir bagi para pemberontak di Suriah.

"Lebih dari 24 jam terakhir, pesawat Rusia telah melakukan lusinan serangan yang menargetkan sejumlah wilayah di provinsi Idlib, termasuk kota Idlib dan kota Saraqeb," kata kepala Observatory, Rami Abdel Rahman seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (14/3/2019).


"Ini adalah serangan-serangan udara Rusia yang pertama terhadap provinsi tersebut sejak tercapainya kesepakatan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada September tahun lalu," imbuh Abdel Rahman.

Kesepakatan gencatan senjata itu dimaksudkan untuk mencegah serangan yang direncanakan oleh rezim Suriah dan pendukungnya, Rusia yang dikhawatirkan kelompok-kelompok bantuan dapat memicu krisis kemanusiaan terburuk dalam konflik Suriah yang telah berlangsung selama delapan tahun.

Sesuai kesepakatan itu, pendukung oposisi, Turki akan menggunakan pengaruhnya atas kelompok-kelompok anti-rezim di wilayah Idlib agar mereka menarik mundur para petempur dan senjata berat dari zona demiliterisasi.


Serangan pemerintah terhadap benteng besar terakhir pasukan pemberontak di Idlib telah ditunda, namun ketentuan kesepakatan belum dilaksanakan.

Menurut Abdel Rahman, sebuah penjara di pinggiran kota Idlib juga menjadi target serangan udara Rusia pada Selasa (12/3) waktu setempat, hingga memicu kaburnya puluhan tahanan dari penjara.

Wilayah Idlib saat ini sebagian besar dikuasai oleh para militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok Suriah yang dipimpin oleh bekas para militan Al-Qaeda.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed