DetikNews
Selasa 12 Maret 2019, 15:32 WIB

Ganda Putra dan Putri Indonesia Raih Juara Dua Yonex German Junior

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ganda Putra dan Putri Indonesia Raih Juara Dua Yonex German Junior Foto: KBRI Berlin
Berlin - Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnado dan Daniel Marthin serta ganda putri, Nita Violina Marwah dan Putri Syaikah, masing-masing meraih juara dua pada kejuaraan badminton internasional Yonex German Junior 2019. Pertandingan yang diselenggarakan oleh SG EBT Berlin ini berlangsung di Berlin, Jerman pada 7-10 Maret 2019.

Yonex German Junior merupakan salah satu ajang kejuaraan badminton bergengsi tingkat junior U19. German Junior tahun ini diikuti oleh 305 atlet dari 28 negara Asia, Amerika dan Eropa. Indonesia sendiri menurunkan 30 atletnya.

Leo dan Daniel harus mengakui keunggulan pasangan Di Jizian dan Wang Chang asal Cina dengan skor 21-17 22-13. Sementara Nita dan Putri terpaut tipis dari lawannya, Guo Lizhi dan Li Yijing yang juga berasal dari Cina. Pada set pertama Nita dan Putri berhasil menang mudah dengan skor 21-16. Namun pada set kedua dan final, kejar mengejar skor antara kedua pasangan menjadi tontonan menegangkan dan berakhir dengan selisih 2 skor, 19-21 dan 20-22 untuk pasangan China.

KBRI Berlin dalam rilis persnya kepada detikcom, Selasa (12/3/2019) menyatakan bahwa usai pemberian sertifikat dan medali, Nita yang berjuang habis-habisan dalam pertandingan tersebut sempat ambruk pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit. Kepada Tim KBRI Berlin yang mendampingi Nita di Rumah Sakit Friedrichshain, dokter yang merawat menyebutkan bahwa Nita mengalami kelelahan yang cukup berat sehingga perlu dirawat inap. Tim KBRI Berlin membantu pengurusan asuransi dan menyiapkan segala keperluan Nita selama menginap di rumah sakit.

Rudi Gunawan, tim pelatih pendamping atlet Indonesia pada kejuaraan ini menyampaikan bahwa jadwal pertandingan yang sangat padat menjadi faktor ambruknya Nita. "Kemarin, sehari sebelum final, ia bertanding non stop sebanyak 4 kali dari jam 12 siang sampai 8 malam," tutur Rudi.

Menurutnya panitia penyelenggara terpaksa memadatkan jadwal pertandingan karena adanya lonjakan jumlah peserta yang biasanya diikuti sekitar 100 orang menjadi 305 orang. Sementara itu jumlah hari kejuaraan tidak diperpanjang. Selain atlet Indonesia, ada juga atlet Korea yang pingsan di babak semi final dan juga dibawa ke Rumah Sakit.

Saat berita ini diturunkan, Nita telah diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit dan kembali ke Indonesia bersama rombongan lainnya pada 11 Maret 2019.
Dukungan dan sorak sorai masyarakat Indonesia di Berlin dan KBRI Berlin menambah keseruan pertandingan kejuaraan badminton ini. Sebelum hari pertandingan, para atilt dan pelatih juga menikmati makan malam bersama di aula KBRI Berlin.

Selain kedua pasangan ganda tersebut, 2 atlet Indoensia di kelas tunggal putra Syabda Perkasa Belawa dan Muhammad Aldo Apriyandi berhasil masuk babak semi final. Syabda belum berhasil menaklukkan Brian Yang asal Kanada dan harus puas dengan skor 15-21, 22-20, dan 15-21. Sementara Aldo disisihkan oleh Hyeon Seung Park dari Korea Selatan dengan skor 18-21 dan 22-24.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed