detikNews
Selasa 05 Maret 2019, 15:30 WIB

Kawal Aksi Demo 'Rompi Kuning', Polisi Prancis Dilempar Bom Tinja

Novi Christiastuti - detikNews
Kawal Aksi Demo Rompi Kuning, Polisi Prancis Dilempar Bom Tinja Ilustrasi -- Unjuk rasa kelompok 'rompi kuning' di Paris pada Sabtu (2/3) lalu (REUTERS/Christian Hartmann)
Paris - Kepolisian Prancis menghadapi senjata jenis baru saat mengawal unjuk rasa kelompok 'rompi kuning'. Senjata baru itu berupa bom yang berisi tinja yang dilemparkan para demonstran 'rompi kuning' dalam aksinya.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/3/2019), penggunaan senjata yang tidak diduga ini terjadi dalam unjuk rasa kelompok 'rompi kuning' yang digelar di Marseille, akhir pekan lalu.

"Kantong-kantong berisi tinja dilemparkan ke polisi dan meledak. Tiga polisi basah kuyup terkena tinja," ujar Rudy Manna dari serikat polisi Alliance di kota Marseille kepada AFP.

Kepolisian Marseille menyatakan bahwa satu polisi mengalami cedera di siku tangannya ketika terkena 'proyektil berisi tinja'.


Insiden serupa dilaporkan juga terjadi dalam aksi di kota Montpeller.

Kepolisian setempat menyebut bahwa sejumlah seruan sempat muncul di media sosial sebelum unjuk rasa 'rompi kuning' digelar akhir pekan lalu. Seruan itu berbunyi agar para demonstran mempersenjatai diri mereka dengan 'caca-tov'.

Istilah 'caca-tov' merupakan gabungan dari kata Molotov yang digabung dengan kata 'caca' yang merupakan bahasa Prancis untuk tinja.

"Para polisi sungguh merasa dipermalukan," sebut Manna dalam pernyataannya.


Hingga kini, ujar Manna, belum ada satupun pelaku yang diidentifikasi dan ditangkap. Manna menyebut pelaku bersembunyi di antara kerumunan demonstran, yang pada akhir pekan lalu jumlahnya mencapai 1.000 orang di Marseille.

Diketahui bahwa Sabtu (2/3) lalu menandai pekan ke-16 unjuk rasa 'rompi kuning' digelar setiap akhir pekan di Prancis sejak November 2018. Dalam unjuk rasa itu, seringkali personel kepolisian atau personel keamanan menjadi sasaran pelemparan batu dan proyektil-proyektil lainnya.

Otoritas setempat menyatakan bahwa unjuk rasa 'rompi kuning' pada Sabtu (2/3) lalu diikuti nyaris 40 ribu orang di berbagai wilayah Prancis.

Sedikitnya 11 orang tewas dalam bentrokan yang pecah selama unjuk rasa 'rompi kuning' digelar di Prancis. Unjuk rasa ini awalnya bertujuan memprotes kenaikan harga bahan bakar sejak 17 November lalu. Namun pada praktiknya aksi ini meluas hingga menjadi unjuk rasa besar-besaran untuk memprotes kenaikan biaya hidup sehari-hari dan kebijakan ekonomi Presiden Prancis Emmanuel Macron.



Saksikan juga video 'Tuntut Presiden Macron Mundur, Aksi Rompi Kuning Berujung Ricuh':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com