detikNews
Sabtu 02 Maret 2019, 14:40 WIB

AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap 6 Pejabat Keamanan Venezuela

Novi Christiastuti - detikNews
AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap 6 Pejabat Keamanan Venezuela Tentara Venezuela bentrok dengan demonstran saat upaya penyaluran bantuan kemanusiaan di perbatasan Venezuela-Brasil pada 23 Februari lalu (REUTERS/Ricardo Moraes)
Washington DC - Otoritas Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap enam pejabat keamanan Venezuela. Para pejabat keamanan itu dianggap menghalangi penyaluran bantuan kemanusiaan oleh AS sebagai wujud dukungan untuk pemimpin oposisi Venezuela yang melawan Presiden Nicolas Maduro.

"Kami menjatuhkan sanksi terhadap anggota pasukan keamanan Maduro sebagai respons atas kekerasan tercela, kematian tragis dan pembakaran tak beralasan terhadap makanan dan obat-obatan yang ditujukan untuk warga Venezuela yang sakit dan kelaparan," tegas Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (2/3/2019).

Enam pejabat keamanan yang dijatuhi sanksi oleh AS itu termasuk Mayor Jenderal Richard Jesus Lopez Vargas yang menjabat Komandan Garda Nasional Venezuela dan Jesus Maria Mantilla Oliveros yang menjabat komandan unit yang ditugaskan oleh Maduro menjaga keamanan di perbatasan Brasil.

Sanksi-sanksi yang dijatuhkan AS itu membekukan setiap aset milik enam pejabat keamanan Venezuela yang ada di wilayah AS dan melarang transaksi finansial AS dengan mereka.


Pekan lalu, AS yang didukung Kolombia dan Brasil, berupaya keras menyalurkan bantuan kemanusiaan ke dalam wilayah Venezuela. AS berkoordinasi dengan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang telah diakui oleh banyak negara sebagai Presiden interim Venezuela.

Pasukan militer Venezuela memblokir upaya penyaluran bantuan itu. Dikhawatirkan Venezuela bahwa bantuan kemanusiaan itu akan menjadi perintis bagi invasi AS ke Venezuela, mengingat Presiden Donald Trump tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk melengserkan Maduro.

Bentrokan pun pecah di perbatasan Venezuela dan menewaskan empat orang. Guaido sendiri terjebak di luar Venezuela, namun dia bersumpah akan kembali.

"Amerika Serikat dengan tegas mendukung upaya-upaya Presiden interim Juan Guaido dan Kementerian Keuangan (AS) akan terus menargetkan loyalis-loyalis Maduro yang semakin memperpanjang penderitaan para korban krisis kemanusiaan yang disengaja ini," tegas Mnuchin dalam pernyataannya.


Pada Kamis (28/2) pekan ini, Rusia dan China memveto resolusi yang didukung AS dan Uni Eropa di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang isinya menyerukan pemilihan presiden (pilpres) baru di Venezuela dan membebaskan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Saat menerima Wakil Presiden Venezuela Delvy Rodriguez di Moskow pada Jumat (1/3) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan Rusia meningkatkan pengiriman gandum ke Venezuela dan tengah mempertimbangkan pengiriman suplai medis.

Ditegaskan Guaido bahwa 300 ribu warga Venezuela bisa tewas tanpa bantuan kemanusiaan. Krisis yang dipicu oleh memburuknya perekonomian Venezuela, telah memaksa 2,7 juta warga Venezuela mengungsi ke negara lain sejak tahun 2015. Sedangkan warga Venezuela yang tidak kabur ke luar negeri, harus hidup dalam kondisi memprihatinkan dan mengalami kelaparan parah.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com