DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 17:49 WIB

China: Bantuan Kemanusiaan Tak Seharusnya Dipaksakan Masuk Venezuela

Novi Christiastuti - detikNews
China: Bantuan Kemanusiaan Tak Seharusnya Dipaksakan Masuk Venezuela Pesawat yang mengangkut bantuan AS untuk Venezuela mendarat di Kolombia, negara tetangga Venezuela (BBC World)
Caracas - Otoritas China mengomentari polemik soal bantuan kemanusiaan untuk rakyat Venezuela yang tengah dilanda krisis. China menyebut bahwa bantuan kemanusiaan tidak seharusnya dipaksakan masuk ke Venezuela, agar tidak memicu tindak kekerasan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/2/2019), Kementerian Luar Negeri China juga menegaskan pihaknya menentang intervensi militer terhadap Venezuela.

Diketahui bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengancam akan menutup perbatasan dengan Kolombia pada Kamis (21/2) waktu setempat. Ancaman itu dilontarkan saat pemimpin oposisi Juan Guaido bersama 80 anggota parlemen Venezuela nekat menerobos blokade yang dikerahkan Maduro di perbatasan Venezuela, demi menerima bantuan kemanusiaan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS).


Guaido yang diakui sebagai Presiden Venezuela yang sah oleh puluhan negara ini, bersiap menghadapi bentrokan dengan pemerintahan Maduro pada Sabtu (23/2) besok, saat oposisi akan berusaha membawa masuk bantuan makanan dan obat-obatan yang dikumpulkan di negara-negara tetangga. Maduro sebelumnya menolak bantuan kemanusiaan dari AS dan menegaskan rakyatnya bukan pengemis.

Maduro sebelumnya menyangkal ada krisis kemanusiaan di Venezuela. Pada Kamis (21/2) kemarin, dia menyatakan dirinya mempertimbangkan untuk menutup perbatasan penting antara Venezuela dan Kolombia. Dia juga mempertimbangkan untuk menutup perbatasan utama Venezuela dengan Brasil.

Menutup perbatasan utama dengan Brasil berarti secara efektif menutup setiap akses daratan yang sah ke Venezuela.


Dalam konferensi pers pada Jumat (22/2) ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menyatakan bahwa pemerintah Venezuela 'tetap tenang dan menunjukkan pengendalian diri'. Hal itu, menurut Geng, secara efektif telah mencegah bentrokan skala besar.

"Jika yang disebut material bantuan itu dipaksakan masuk ke Venezuela, dan kemudian jika itu menyebabkan kekerasan dan bentrokan, itu akan memiliki konsekuensi serius. Ini bukan hal yang ingin disaksikan siapapun," ucap Geng dalam pernyataannya.

"China menentang intervensi militer di Venezuela, dan menentang setiap tindakan yang menyebabkan ketegangan atau bahkan kerusuhan," tegasnya.

Tonton Video 20Detik: Oposisi Bentrok dengan Tentara Venezuela di Perbatasan

[Gambas:Video 20detik]




Dalam krisis Venezuela yang tak kunjung berakhir, Maduro mendapat dukungan dari Rusia dan China. Diketahui bahwa otoritas China telah meminjamkan lebih dari US$ 50 miliar kepada Venezuela, melalui sebuah kesepakatan 'minyak-untuk pinjaman' dalam satu dekade terakhir. Kesepakatan itu mengamankan suplai energi untuk perekonomian China yang berkembang pesat.

Namun dalam pernyataan kepada Reuters bulan lalu, Guaido menyebut bahwa perubahan pemerintahan di Venezuela akan menguntungkan Rusia dan China, yang diketahui merupakan dua negara kreditor utama untuk Venezuela.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed