Bangladesh Cegah Penyelundupan 22 Warga Rohingya ke Malaysia

Bangladesh Cegah Penyelundupan 22 Warga Rohingya ke Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 12 Feb 2019 12:43 WIB
Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian yang semakin padat (Mohammad Ponir Hossain/Reuters)
Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian yang semakin padat (Mohammad Ponir Hossain/Reuters)
Dhaka - Pasukan keamanan Bangladesh mencegah penyelundupan 22 warga minoritas Rohingya ke Malaysia. Puluhan warga Rohingya itu akan diselundupkan dengan kapal.

Seperti dilansir AFP, Selasa (12/2/2019), Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) menemukan 22 warga Rohingya itu di sebuah desa yang ada di pantai Teluk Benggala, dekat perbatasan Myanmar pada Minggu (10/2) waktu setempat. Mereka terdiri atas 11 wanita, 10 anak-anak dan satu pria.

Puluhan warga Rohingya itu merupakan kelompok kedua yang dicegah meninggalkan kamp pengungsian kumuh di Bangladesh dalam waktu tiga hari terakhir.

Dituturkan salah satu pejabat BGB bahwa masing-masing warga Rohingya itu membayar US$ 1.200 (Rp 16,6 juta) demi bisa mendapat tempat di dalam kapal kecil yang akan melakukan perjalanan berbahaya ke Malaysia.


Sindikat penyelundup warga Rohingya itu berhasil melarikan diri sebelum otoritas keamanan Bangladesh tiba di lokasi.

Diketahui bahwa 740 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh demi menghindari operasi militer Myanmar yang sarat kekerasan pada Agustus 2017. Selain ratusan ribu warga Rohingya itu, sebelumnya sudah ada 300 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang melarikan diri dari kekerasan yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Seluruh pengungsi Rohingya itu kini menempati kamp-kamp pengungsian kumuh di Bangladesh.

"Para penyelundup mengambil apapun yang mereka bisa dari para pengungsi," kata Letnan Kolonel Asadud Zaman Chowdhury selaku Komandan BGB untuk kota Teknaf kepada AFP. Chowdhury menambahan, kebanyakan pengungsi wanita muda terpaksa berakhir di prostitusi.

Sejak November tahun lalu, otoritas Bangladesh telah beberapa kali menghentikan sejumlah rombongan pengungsi Rohingya yang hendak kabur naik kapal ke Malaysia. Pada Jumat (8/2) lalu, penjaga perbatasan Bangladesh menghentikan 30 warga Rohignya yang hendak kabur dengan kapal dan mengembalikan mereka ke kamp-kamp pengungsian.


Otoritas setempat mengkhawatirkan lebih banyak warga Rohingya lainnya yang akan berusaha melarikan diri ke Malaysia dengan kapal.

Komisioner Pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam, menyatakan 'jaringan internasional terorganisir' sedang mengincar para pengungsi Rohingya yang putus asa di kamp-kamp pengungsian. "Para pengungsi dibujuk dengan janji-janji palsu. Mereka sama sekali tidak menyadari betapa berbahayanya perjalanan via laut ini," katanya kepada AFP.

Badan Pengungsi PBB mendesak otoritas Myanmar untuk menangani penyebab utama krisis di Rakhine. "Rohingya akan terus membahayakan hidup mereka di atas kapal hingga ada solusi-solusi nyata untuk situasi sulit mereka," tutur juru bicara UNHCR, Caroline Gluck, kepada AFP.

(nvc/ita)