DetikNews
Jumat 08 Februari 2019, 11:43 WIB

PBB: Pembunuhan Khashoggi Direncanakan dan Dilakukan Pejabat Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
PBB: Pembunuhan Khashoggi Direncanakan dan Dilakukan Pejabat Saudi Jamal Khashoggi (Dok. Facebook Jamal Khashoggi via NDTV)
Washington DC - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, mengungkapkan sedikit hasil penyelidikan yang dilakukannya atas kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Callamard mengatakan, pembunuhan Khashoggi 'direncanakan dan dilakukan' oleh para pejabat Saudi.

Seperti dilansir AFP, Jumat (8/2/2019), hal itu diungkapkan Callamard selaku Pelapor Khusus PBB untuk eksekusi di luar pengadilan, setelah dirinya mengunjungi Turki dan bertemu dengan para penyidik serta pejabat Turki untuk membahas penyelidikan kasus Khashoggi.

"Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki menunjukkan prima facie (dasar argumen) kasus bahwa Khashoggi merupakan korban dari pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat dari negara Arab Saudi," sebut Callamard seperti disampaikan melalui pernyataan PBB.

Otoritas Turki meyakini Khashoggi dibunuh oleh sebuah tim beranggotakan 15 warga Saudi yang mencekiknya hingga tewas di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu. Laporan-laporan media Turki menyebut jenazah Khashoggi dimutilasi dan dilarutkan dengan zat asam.


Otoritas Saudi yang awalnya menyangkal, akhirnya mengakui Khashoggi tewas dibunuh di konsulat mereka di Istanbul. Otoritas Saudi menyatakan Khashoggi tewas dalam operasi 'liar' dan mereka berulang kali menyangkal keterlibatan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Sejumlah pejabat senior Saudi ditangkap terkait kasus Khashoggi yang memicu krisis dan memperburuk citra Saudi di mata dunia. Nyaris 4 bulan berlalu, jenazah Khashoggi belum juga ditemukan.

"Pembunuhan Jamal Khashoggi dan kebrutalannya telah memicu tragedi yang tidak bisa diubah bagi orang-orang tercintanya," tulis Callamard dalam laporannya. "Pembunuhan itu juga memicu sejumlah dampak internasional yang membutuhkan perhatian mendesak dari komunitas internasional termasuk PBB," imbuhnya.

Laporan Callamard soal kasus Khashoggi dijadwalkan akan dibacakan di hadapan Dewan HAM PBB dalam rapat yang akan digelar Juni mendatang di Jenewa, Swiss. Namun beberapa pekan sebelumnya, sekitar akhir Mei, laporan Callamard akan terlebih dulu dirilis ke publik. Dalam laporan itu, Callamard akan memberikan serangkaian rekomendasi yang sifatnya tidak mengikat.


Diketahui bahwa selama berada di Turki, Callamard sempat bertemu dengan Kepala Jaksa Istanbul yang memimpin penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi dan Kepala Dinas Keamanan Turki juga Menteri Luar Negeri, serta Menteri Kehakiman Turki. Semua pertemuan itu membahas kasus Khashoggi.

Tidak diketahui pasti apakah Callamard mendapatkan akses ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul, yang disebutnya telah diajukan kepada otoritas Saudi. Namun dilaporkan bahwa tim Callamard mendapatkan akses pada 'informasi krusial' terkait pembunuhan Khashoggi termasuk kutipan dari bukti rekaman audio yang dimiliki penyidik Turki.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed