Seorang Pria Palestina Meninggal dalam Tahanan Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 07 Feb 2019 17:34 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Gaza - Seorang tahanan Palestina asal Jalur Gaza telah meninggal dalam tahanan Israel. Penyebab kematiannya belum jelas.

Menurut Komisi Urusan Tahanan di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), tahanan Palestina bernama Fares Baroud tersebut meninggal beberapa jam setelah dibawa dari pusat penahanan Raymond menuju sebuah rumah sakit Israel. Dia meninggal pada Rabu (6/2) malam waktu setempat. Pria tersebut berumur 51 tahun dan berasal dari kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza.

"Penyebab kematian tahanan itu masih belum jelas," demikian disampaikan komisi tersebut dalam sebuah statemen seperti dilansir media Anadolu Agency, Kamis (7/2/2019).

"Namun dia tentu saja telah menjadi sasaran pengabaian yang disengaja (oleh otoritas penjara Israel) dalam beberapa tahun terakhir," demikian disampaikan.


Komisi Palestina itu pun menyalahkan penjara Raymond -- beserta otoritas Israel pada umumnya -- atas kematian Baroud. Baroud dilaporkan menderita sejumlah penyakit, termasuk hernia dan penyakit liver. Dia telah berulang kali bicara mengenai pengabaian medis dan ditolaknya perawatan kesehatan yang diperlukan bagi tahanan Palestina.

Kelompok Hamas juga menuding Israel bertanggung jawab atas kematian tahanan tersebut.

"Baroud menjadi sasaran pengabaian medis (oleh otoritas penjara Israel) meskipun telah berulang kali diperingatkan bahwa kesehatannya memburuk," ujar Hamas.


Baroud ditangkap pada tahun 1991 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas dugaan keterlibatannya dalam kematian seorang warga Israel.

Sekitar 7 ribu warga Palestina saat ini mendekam di dalam penjara-penjara Israel. Lebih dari 400 tahanan tersebut dipenjara tanpa persidangan berdasarkan kebijakan yang dinamai penahanan administratif, di mana para tahanan Palestina ditahan di penjara-penjara Israel tanpa adanya persidangan atau dakwaan.

(ita/ita)