detikNews
Kamis 07 Februari 2019, 12:58 WIB

Paus Bicara Soal Pastor Jadikan Biarawati Budak Seks, Ini Kata Vatikan

Novi Christiastuti - detikNews
Paus Bicara Soal Pastor Jadikan Biarawati Budak Seks, Ini Kata Vatikan Foto: REUTERS/Max Rossi
Vatican City - Pihak Vatikan memberikan klarifikasi soal pernyataan Paus Fransiskus yang mengakui sejumlah biarawati menjadi 'budak seks' para pastor dan uskup. Seperti apa klarifikasinya?

Seperti dilansir Associated Press dan CNN, Kamis (7/2/2019), juru bicara Vatikan, Alessandro Gisotti, menyebut bahwa pernyataan Paus Fransiskus soal 'budak seks' itu tidak dimaksudkan secara harfiah, namun lebih pada bentuk penyalahgunaan wewenang dalam kasus kejahatan seksual oleh pastor dan uskup.

"Ketika Bapa Suci (Paus Fransiskus-red), merujuk pada pembubaran Kongregasi, berbicara soal 'perbudakan seks', maksud beliau adalah 'manipulasi', sebuah bentuk penyalahgunaan wewenang yang juga tercermin dalam kejahatan seksual," sebut Gisotti dalam pernyataannya.

Kongregasi merupakan perkumpulan para biarawan, biarawati, rohaniwan atau rohaniwati Katolik dari satu kesatuan khusus.


Diketahui bahwa Paus Fransiskus melontarkan komentar itu saat ditanya wartawan soal praktik kejahatan seksual terhadap biarawati oleh para pastor dan uskup Gereja Katolik dalam konferensi pers pada Selasa (5/2) dalam penerbangan pulang dari kunjungan bersejarah di Uni Emirat Arab.

"Ada pastor dan juga uskup yang melakukan itu," ucap Paus Fransiskus saat ditanya wartawan soal artikel surat kabar Vatikan, L'Osservatore Romano, yang pekan lalu mengulas soal praktik kejahatan seks terhadap biarawati oleh para pastor dan uskup.

"Dan saya meyakini bahwa hal seperti itu mungkin masih terjadi. Itu bukan hal yang begitu Anda menyadarinya, itu akan berhenti. Hal seperti itu terus berlanjut seperti ini. Kami telah melakukan upaya-upaya terhadap hal seperti ini sejak lama," imbuh Paus Fransiskus dalam komentarnya.


Paus Fransiskus menyatakan, Vatikan telah 'menangguhkan beberapa rohaniwan, memindahkan mereka' dan 'membubarkan' sejumlah ordo biarawati 'yang sangat terikat dalam hal ini, sebuah korupsi'. "Haruskah lebih banyak hal dilakukan? Iya. Apakah kita memiliki kemauan? Iya," tegas Paus Fransiskus.

Kata-kata 'budak seks' disebut langsung oleh Paus Fransiskus saat membahas kasus pembubaran ordo biarawati asal Prancis, St John atau St Jean, oleh pendahulunya, Paus Emeritus Benediktus XVI. Pembubaran dilakukan sebelum terungkap ke publik bahwa pendiri ordo itu, Pastor Marie-Dominique Philippe, terkadang melakukan 'tindakan yang bertentangan dengan kesucian' terhadap para biarawati di bawah bimbingannya.

"Paus Benediktus memiliki keberanian untuk membubarkan kongregasi biarawati yang pada level tertentu telah terjadi perbudakan wanita, bahkan perbudakan seksual yang dilakukan oleh para rohaniwan atau oleh pendirinya," ujar Paus Fransiskus.


Komentar Paus Fransiskus itu menjadi pengakuan publik pertama seorang pemimpin umat Katolik sedunia dalam mengakui kasus kejahatan seksual terhadap para biarawati oleh para pastor dan uskup di lingkungan Gereja Katolik.

Diketahui bahwa sebelum ini, skandal kejahatan seksual pastor lebih fokus pada anak-anak sebagai korban. Namun kebanyakan umat Katolik menyebut tindak kejahatan seks terhadap warga dewasa yang rapuh, termasuk biarawati dan murid seminari, telah menjadi persoalan Gereja Katolik sejak lama. Beberapa pihak mengharapkan isu ini ikut dibahas dalam konferensi khusus yang akan dipimpin Paus Fransiskus di Roma pada 21-24 Februari mendatang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed