DetikNews
Rabu 06 Februari 2019, 16:19 WIB

Bela Muslim Uighur, Para Demonstran Gelar Aksi di New York

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bela Muslim Uighur, Para Demonstran Gelar Aksi di New York kamp Uighur di Xinjiang, China (Foto: Antara Foto/M. Irfan Ilmie)
New York - Para demonstran berkumpul di luar gedung Misi Amerika Serikat untuk PBB di New York untuk membela minoritas muslim Uighur di China. Para demonstran juga mendesak pemerintah Amerika Serikat mengambil tindakan terkait perlakuan pemerintah China terhadap warga Uighur di wilayah Xinjiang.

"Besarnya kekejaman ini telah berbicara untuk saya," ujar seorang demonstran, Yosef Roth, mahasiswa di Yeshiva University. "Sangat penting untuk memperhatikan hal-hal seperti ini," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/2/2019).

"Saya bukan aktivis, jujur saja. Saya hanya berpikir, fakta bahwa hal itu terjadi, mendorong semua orang untuk melakukan sesuatu. Ini sangat penting," tegasnya.

Aksi bela Uighur pada Selasa (5/2) waktu setempat tersebut diikuti sekitar 50 orang.


Menurut panel pakar-pakar PBB, sekitar satu juga warga Uighur dan minoritas muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp "pendidikan ulang" di Xinjiang. Kelompok-kelompok HAM seperti Human Rights Watch dan Amnesty International juga menuding pemerintah China melakukan kampanye pembersihan etnis dengan menghancurkan identitas dan budaya muslim Uighur serta melarang mereka mempraktikkan agama mereka.

Kelompok-kelompok HAM tersebut juga telah mendesak PBB untuk mengirimkan misi pencari fakta ke wilayah Xinjiang guna menyelidiki penahanan massal warga etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya.


Dalam statemen bersama, organisasi-organisasi HAM itu bersikeras bahwa kamp-kamp di Xinjiang sesungguhnya adalah kamp-kamp untuk "pendidikan politik", di mana orang-orang dikirimkan ke sana karena dianggap tidak loyal kepada pemerintah dan Partai Komunis China.

"Di kamp-kamp ini, mereka menjadi sasaran indoktrinasi politik yang dipaksakan, penyangkalan keyakinan mereka, penganiayaan, dan dalam beberapa kasus penyiksaan," demikian pernyataan kelompok-kelompok HAM internasional tersebut.

Dalam statemen mereka, kelompok-kelompok NGO tersebut menegaskan "sebuah misi pencari fakta yang dimandatkan oleh Dewan HAM PBB diperlukan untuk mengungkap kebenaran."

Pemerintah China telah menegaskan bahwa "pusat-pusat pendidikan kejuruan" yang berada di Xinjiang itu membantu orang menghindari terorisme dan memungkinkan mereka untuk diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Sebelumnya pada pertengahan November lalu, sebuah RUU yang mendukung Uighur dan mengupayakan sanksi-sanksi terhadap pemerintah China, disampaikan ke Kongres AS, dengan dukungan Senator Florida, Marco Rubio. Sejauh ini, belum dilakukan pemungutan suara mengenai RUU tersebut.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed