DetikNews
Minggu 03 Februari 2019, 04:10 WIB

Bom Sasar Bus Pembawa Guru di Suriah, 1 Tewas dan 4 Terluka

Eva Safitri - detikNews
Bom Sasar Bus Pembawa Guru di Suriah, 1 Tewas dan 4 Terluka Ilustrasi ledakan bom (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Bom pinggir jalan menyasar bus yang membawa para guru di Kota Manbij, Suriah pada Sabtu (2/2/2019). Akibatnya satu orang tewas dan empat orang terluka dalam peristiwa ini.

Dilansir dari AFP, Minggu (3/2/2019), Kepala Observatorium Suriah Rami Abdel Rahman mengatakan bom meledak ketika bus melewati wilayah tersebut.

Peristiwa ini juga disampaikan juru bicara dewan militer Manbij, Sherfan Darwish lewat akun twitternya,"Ledakan teroris dengan alat peledak terhadap kendaraan guru," tulisnya.


Diketahui wilayah Manbij adalah bekas kubu kelompok Negara Islam yang sekarang dipegang oleh dewan militer dan berafiliasi dengan Pasukan Demokrat Suriah, sebuah pasukan Kurdi-Arab yang didukung oleh koalisi yang dipimpin AS.

Serangan terhadap Suriah Utara ini sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2019. Pada Rabu (16/1), setidaknya ada 4 orang tewas dari 19 orang yang menjadi korban. Lalu pada Jumat juga terjadi sebuah ledakan melukai seorang pemimpin senior dewan militer saat dia sedang berpatroli, kata Abdel Rahman.

Serangan itu mengikuti pengumuman Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember bahwa ia akan menarik pasukan Amerika dari Suriah, karena ia menyatakan negara Islam telah dikalahkan.

Setelah serangan kilat yang melihatnya merebut sebagian besar Irak dan Suriah pada tahun 2014, kelompok yang menyatakan diri sebagai "kekhalifahan" telah runtuh di bawah tekanan dari beberapa serangan, tetapi para jihadis tetap mampu melancarkan serangan mematikan.


Manbij merupakan titik utama pertikaian antara minoritas Kurdi Suriah, yang mempertahankan otonomi de facto di beberapa bagian utara dan timur laut Suriah, dan Turki yang bertetangga.

Pada bulan Desember, Ankara mengancam akan melancarkan serangan baru untuk mengusir Unit Perlindungan Rakyat- milisi Kurdi yang membentuk Pasukan Demokrat Suriah, tetapi dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki - dari perbatasannya.

Perang Suriah ini telah menewaskan lebih dari 360.000 orang sejak dimulai pada tahun 2011 dengan rezim Presiden Bashar al-Assad menumpas protes.


(eva/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed