detikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 18:50 WIB

Penasihat Erdogan: PBB Anggap MBS Bertanggung Jawab Atas Kasus Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Penasihat Erdogan: PBB Anggap MBS Bertanggung Jawab Atas Kasus Khashoggi Jamal Khashoggi (BBC World)
Ankara - Penasihat top Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut anggota komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyelidiki kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, sebenarnya menganggap Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) bertanggung jawab.

Seperti dilansir media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Sabtu (2/2/2019), pernyataan itu disampaikan oleh penasihat top dan orang dekat Erdogan, Yasin Aktay, setelah dia bertemu dengan Agnes Callamard yang merupakan Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstra Yudisial, Melanggar Hukum dan Sewenang-wenang.

"Komisi PBB memandang Putra Mahkota (MBS-red) sebagai yang paling bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi. Mereka akan mendengarkan rekaman audio pembunuhan itu," sebut Aktay dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa Aktay dan Callamard menggelar pertemuan selama 1,5 jam membahas soal kasus pembunuhan Khashoggi, yang hingga kini masih belum terungkap jelas.


Callamard berada di Turki sejak awal pekan ini dan menjalankan misi penyelidikan terkait kasus Khashoggi. Callamard dan rombongannya telah menyelesaikan urusan mereka di Istanbul pada 31 Januari lalu dan melanjutkan perjalanan ke Ankara untuk bertemu pejabat pemerintahan juga perwakilan intelijen Turki.

Selama berada di Istanbul, Callamard dan rombongannya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul dan Direktur Badan Intelijen Nasional Turki (MIT).

Callamard juga sempat mendatangi Konsulat Saudi di Istanbul -- lokasi pembunuhan Khashoggi -- namun tidak bisa masuk ke dalam karena belum mendapatkan izin dari otoritas Saudi. Dari sana, Callamard kemudian bertemu Ketua Jaksa Penuntut Umum Istanbul, Irfan Fidan.

Callamard akan berada di Turki hingga Sabtu (2/2) waktu setempat. Dalam misinya ke Turki ini, Callamard ditemani oleh Baroness Helena Kennedy dan Profesor Duarte Nuno Vierira dari University of Coimbra, Portugal.


Pekan lalu, Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB menyebut penyelidikan internasional akan dilakukan di bawah wewenang Callamard. Komisioner Tinggi HAM juga akan 'mengkaji dan mengevaluasi, dari sudut pandang hak asasi manusia, situasi di sekitar pembunuhan Khashoggi'.

Callamard akan menyampaikan hasil penyelidikan dan rekomendasi terkait kasus pembunuhan Khashoggi dalam sebuah laporan yang dirilis saat sesi rapat Dewan HAM PBB yang akan digelar Juni mendatang.

Khashoggi yang merupakan wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi. Tim intelijen Saudi yang ditugaskan ke Istanbul diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Otoritas Saudi yang sebelumnya membantah, telah mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat dan menyebut pembunuhan itu dilakukan dalam misi liar. Tuduhan berbagai pihak yang menyebut MBS terlibat dalam pembunuhan, telah dibantah Saudi. Beberapa waktu lalu, Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW), Kenneth Roth, menyebut Callamard sedang menyelidiki bukti-bukti yang mungkin menunjukkan keterlibatan MBS dalam kasus yang menjadi sorotan internasional ini.



Simak Juga 'Erdogan Ungkap Isi Terbaru Rekaman Pembunuh Khashoggi':


[Gambas:Video 20detik]




(nvc/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com