DetikNews
Kamis 31 Januari 2019, 16:16 WIB

Jubir Gedung Putih: Tuhan Memang Ingin Trump Jadi Presiden

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jubir Gedung Putih: Tuhan Memang Ingin Trump Jadi Presiden Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)
Washington - Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders melontarkan pujian untuk bosnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sanders yakin bahwa Tuhan memang menginginkan Trump menjadi presiden.

"Saya pikir Tuhan memanggil kita semua untuk mengisi peran yang berbeda pada waktu yang berbeda-beda, dan saya pikir dia memang ingin Donald Trump menjadi presiden, dan itulah sebabnya dia ada di sana," tutur Sanders dalam wawancara di Christian Broadcasting Network (CBN) seperti dilansir media CNN, Kamis (31/1/2019).

"Saya pikir dia telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam mendukung banyak hal yang sangat diperhatikan oleh orang-orang beriman," imbuhnya.


Ketika ditanya mengenai pernyataan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi yang menyebut usulan Trump untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko adalah tidak bermoral, Sanders pun membela Trump.

"Gagasan bahwa melindungi orang-orang di negara Anda, yang merupakan tugas mendasar untuk menjadi presiden Amerika Serikat, dalam beberapa hal jadi tidak bermoral adalah tuduhan yang konyol," cetus perempuan itu.

Pemerintahan AS sempat ditutup selama lebih dari sebulan -- penutupan (shutdown) terlama dalam sejarah AS -- setelah Trump meminta US$ 5,7 miliar (sekitar Rp 85 triliun) untuk pendanaan pembangunan tembok perbatasan itu dan Partai Demokrat menolak menyetujuinya. Seperti diketahui, Partai Demokrat mengendalikan DPR AS saat ini. Pelosi pun menegaskan bahwa Trump tak akan menerima apapun untuk tembok tersebut.


Namun Trump akhirnya mengalah pada tekanan politik dan mengakhiri penutupan pemerintah AS. Setelah 35 hari, ia mendukung kesepakatan untuk mendanai lembaga federal selama tiga minggu, tetapi itu tidak termasuk uang yang ia minta untuk tembok perbatasan AS-Meksiko.

Presiden dari partai Republikan itu sebelumnya bersumpah untuk menolak anggaran apa pun, kecuali itu memasukkan US$5,7 miliar untuk mendanai janji kampanyenya.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed