DetikNews
Rabu 30 Januari 2019, 16:46 WIB

Ratusan Sekolah di Bangkok Diliburkan Gara-gara Kabut Beracun

Novi Christiastuti - detikNews
Ratusan Sekolah di Bangkok Diliburkan Gara-gara Kabut Beracun Sekolah-sekolah di Bangkok diliburkan karena kabut beracun yang dipicu polusi udara (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok - Kabut beracun memaksa otoritas Bangkok di Thailand untuk meliburkan ratusan sekolah pada Rabu (30/1) waktu setempat. Otoritas setempat terus berjuang mengatasi krisis polusi udara yang memicu kekhawatiran luas di masyarakat ini.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), kota Bangkok diselimuti kabut pekat selama beberapa pekan terakhir sehingga memaksa warga memakai masker saat keluar rumah. Di sisi lain, kabut pekat itu juga memicu kritikan luas via media sosial soal respons pemerintah yang dianggap tidak cekatan.


Sejumlah penyebab munculnya kabut pekat itu antara lain asap knalpot kendaraan, proyek konstruksi yang bebas, pembakaran jerami sisa panen, dan polusi dari pabrik-pabrik.

Otoritas setempat telah melakukan sejumlah langkah seperti menyebarkan bibit-bibit hujan, menyemprotkan air ke jalan layang untuk menghilangkan micro-pollutant dan meminta warga untuk tidak membakar dupa dan kertas saat perayaan Tahun Baru China pada awal Februari mendatang.

Langkah-langkah tersebut sejauh ini malah memicu cemoohan dari warga Bangkok, sementara stok masker di toko-toko setempat semakin menipis.

Situasi kota Bangkok yang sedang dilanca polusi udara parahSituasi kota Bangkok yang sedang dilanca polusi udara parah Foto: REUTERS/Jorge Silva

Pada Rabu (30/1) waktu setempat, Otoritas Metropolitan Bangkok menaikkan level peringatan kesehatan. Mereka juga memerintahkan diliburkannya seluruh 437 sekolah umum di kota tersebut, mulai jam makan siang pada Rabu (30/1) ini hingga Jumat (1/2) mendatang. Tidak hanya itu, otoritas Bangkok juga menetapkan zona seluas 1.500 kilometer persegi sebagai 'area kontrol'.

"Situasi akan terus memburuk hingga 3 dan 4 Februari, jadi saya memutuskan untuk meliburkan sekolah-sekolah," ucap Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang.

Ditambahkan Aswin bahwa sekitar 3-4 distrik di kota Bangkok 'dilanda kabut sangat parah'.


Sejumlah armada drone atau pesawat tanpa awak akan dikerahkan untuk menyemprotkan cairan gula guna membantu membersihkan udara dari partikel-partikel mikroskopik. Tidak diketahui secara jelas seberapa efektif penyemprotan cairan itu.

Disebutkan Aswin bahwa pihaknya mungkin akan segera merilis peringatan bagi warga untuk tidak berolahraga di taman umum.

Air Visual, yang merupakan lembaga pemantau indeks kualitas udara secara online dan independen, melaporkan bahwa kualitas udara Bangkok mencapai level 'tidak sehat' yaitu pada angka 171. Jumlah itu meningkat dari angka 156 pada pertengahan bulan ini.


(nvc/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed