detikNews
Selasa 29 Januari 2019, 18:33 WIB

Delegasi PBB Untuk Kasus Khashoggi Tak Bisa Masuk ke Konsulat Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Delegasi PBB Untuk Kasus Khashoggi Tak Bisa Masuk ke Konsulat Saudi Konsulat Saudi di Istanbul yang menjadi lokasi pembunuhan Jamal Khashoggi (Dok. REUTERS/Murad Sezer)
Istanbul - Delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, tidak bisa masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Delegasi PBB itu sedang berada di Turki dalam rangka mengumpulkan informasi soal kasus Khashoggi.

Seperti dilansir media lokal Turki, Hurriyet Daily News dan Reuters, Selasa (29/1/2019), delegasi yang terdiri dari Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum, Agnes Callamard, yang ditemani sejumlah pakar PBB itu mendatangi Konsulat Saudi yang menjadi lokasi pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018 lalu.

Laporan media lokal Turki menyebut delegasi itu datang ke Konsulat Saudi pada Selasa (29/1) waktu setempat dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam.

"Itu sebuah skandal," sebut Omer Celik selaku juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang kini berkuasa di Turki mengomentari insiden tersebut.

"Sebuah penyelidikan internasional harus diluncurkan," imbuhnya.


Dalam keterangannya kepada wartawan di luar Konsulat Saudi, Callamard menyebut dirinya hanya mengunjungi Konsulat Saudi secara singkat dan tidak masuk ke dalam karena belum mendapat izin. "Kami hanya ingin mengetahui situasinya," tutur Callamard kepada wartawan di lokasi.

Callamard mengatakan, dirinya telah mengajukan permintaan terhadap pemerintahan Saudi agar dirinya diizinkan mengakses bagian dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Callamard juga menyebut dirinya telah mengajukan izin untuk bertemu otoritas Saudi baik di Turki maupun di Saudi sendiri.

"Jujur, permintaan untuk mereka (Saudi-red) agak sedikit terlambat (diajukan), jadi kami perlu memberikan mereka sedikit waktu untuk memproses permintaan kami. Kami dengan penuh hormat menyerukan kepada otoritas terkait untuk memberikan kami akses saat kami ada di sini," ujarnya.

Diketahui bahwa Callamard sedang menjalankan misi selama sepekan di Turki terkait kasus Khashoggi. Pada Senin (28/1) kemarin, Callamard telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul dan Direktur Badan Intelijen Nasional Turki (MIT). Otoritas Turki tidak menyebut lebih lanjut bukti-bukti apa saja yang telah dibagikan kepada Callamard.


Dijadwalkan Callamard akan bertemu dengan Kepala Jaksa Istanbul yang memimpin penyelidikan lokal atas kasus pembunuhan Khashoggi, pada Selasa (29/1) waktu setempat. Callamard menyatakan dirinya mungkin akan merilis laporannya pada akhir Mei mendatang, meskipun batasan waktunya bisa bergeser.

Khashoggi yang merupakan wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi. Tim intelijen Saudi yang ditugaskan ke Istanbul diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Otoritas Saudi yang sebelumnya membantah, telah mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat dan menyebut pembunuhan itu dilakukan dalam misi liar. Tuduhan berbagai pihak yang menyebut Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan telah dibantah Saudi.

Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW), Kenneth Roth, menyebut Callamard sedang menyelidiki bukti-bukti yang mungkin menunjukkan keterlibatan MBS dalam kasus yang menjadi sorotan internasional ini.


(nvc/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com