DetikNews
Senin 28 Januari 2019, 10:38 WIB

ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Gereja Filipina

Novi Christiastuti - detikNews
ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Gereja Filipina Bagian dalam gereja hancur akibat ledakan bom pada Minggu (27/1) kemarin (WESMINCOM Armed Forces of the Philippines Via AP)
Manila - Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom kembar yang mengguncang sebuah gereja di Pulau Jolo, Filipina bagian selatan. Korban tewas dilaporkan bertambah menjadi 20 orang.

Lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom yang terjadi dua kali pada Minggu (27/1) pagi waktu setempat. Ledakan bom ini tercatat sebagai salah satu ledakan paling mematikan di Filipina selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Ledakan pertama mengguncang bagian dalam sebuah gereja Katolik atau katedral di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, saat ibadah sedang digelar. Ledakan kedua terjadi di luar gedung gereja, tepat saat petugas keamanan bergegas mendatangi lokasi.


Seperti dilansir Reuters, Senin (28/1/2019), ISIS melalui sayap medianya, Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut. Dalam pernyataannya, ISIS juga mengklaim ledakan bom kembar itu menewaskan 120 orang.

Secara terpisah, kepolisian setempat menyebut jumlah korban tewas akibat ledakan bom di Jolo mencapai angka 20 orang. Sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil, namun terdapat lima tentara Filipina yang juga tewas akibat ledakan itu.

"Musuh negara ini telah secara terang-terangan menantang kemampuan pemerintah untuk mengamankan keselamatan warga di wilayah tersebut," tegas Salvador Panelo selaku juru bicara Presiden Rodrigo Duterte.

"Angkatan Bersenjata Filipina akan bangkit untuk menantang dan menghancurkan kriminal-kriminal tak ber-Tuhan ini," imbuhnya.


Kepolisian Filipina tengah menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut. Namun pihak kepolisian mencurigai ledakan bom itu didalangi oleh jaringan Abu Sayyaf yang telah menyatakan sumpah setia pada ISIS dan kerap mendalangi penculikan serta serangan bom di Filipina Selatan.

"Mereka (Abu Sayyaf-ed) ingin pamer kekuatan dan menebar kekacauan," ujar Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Oscar Albayalde, kepada radio DZMM.

Diketahui bahwa Pulau Jolo merupakan markas kuat kelompok Abu Sayyaf yang kerap beroperasi di perairan dan pulau-pulau sebelah barat Mindanao. Dalam sejumlah aksi pembajakan dan penculikan yang dilakukan, kelompok Abu Sayyaf memenggal sejumlah warga negara asing yang menjadi sandera setelah uang tebusan tidak dibayarkan.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed