DetikNews
Selasa 22 Januari 2019, 17:48 WIB

Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan Tewaskan 65 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan Tewaskan 65 Orang Sebagian gedung di kompleks markas intelijen Afghanistan ambruk setelah diserang Taliban (REUTERS/Stringer)
Kabul - Sebuah ledakan bom mobil dan serangan bersenjata mengguncang markas intelijen Afghanistan. Sedikitnya 65 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh kelompok Taliban ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019), sumber-sumber keamanan setempat menyebut kelompok militan awalnya meledakkan bom yang dipasang di dalam kendaraan jenis Humvee yang melaju di dalam fasilitas pelatihan di markas intelijen Afghanistan di Maidan Shahr, Provinsi Wardak. yang berjarak 50 kilometer sebelah selatan Kabul.

Usai ledakan terjadi, sekelompok pria bersenjata datang dengan mobil ke lokasi dan mulai melepas tembakan.

"Kami mengevakuasi sekitar 65 jenazah dari reruntuhan kemarin," sebut Wakil Kepala Dewan Provinsi setempat, Mohammad Sardar Bakhyari, dalam keterangannya pada Selasa (22/1) waktu setempat.


Pernyataan Bakhyari ini disampaikan setelah terjadi kebingungan soal jumlah korban tewas. Satu pejabat awalnya menyebut 12 orang tewas dan pejabat lain menyebut ada 100 orang tewas.

Serangan itu terjadi di fasilitas pelatihan milik NDS, Badan Intelijen Afghanistan. Itu berarti jumlah korban tewas kemungkinan akan sulit dikonfirmasi.

Serangan bom dan aksi penembakan itu membuat bagian atap gedung runtuh sebagian. Anggota dewan Provinsi Wardak, Abdul Wahid Akbarzai, menyebut ada setidaknya tiga pelaku yang melakukan penembakan usai ledakan terjadi. Para pelaku, sebut Akbarzai, telah tewas dibunuh usai serangan terjadi.

Akbarzai menyebut kebanyakan korban tewas karena tertimpa atap yang runtuh. "Itu merupakan kehilangan besar. Pasukan NDS lebih terlatih dan memiliki perlengkapan lebih baik dibanding polisi Afghanistan dan tentara militer," ucapnya.


Ditambahkan Akbarzai bahwa para pelaku memakai seragam yang biasa dipakai pasukan khusus Afghanistan, saat melakukan serangan ini. Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed