DetikNews
Jumat 18 Januari 2019, 11:30 WIB

Rusia Tahan Wanita Penghibur yang Mengaku Tahu Rahasia Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Rusia Tahan Wanita Penghibur yang Mengaku Tahu Rahasia Trump Anastasia Vashukevich (Instagram/@nastya_rybka.ru)
Moskow - Wanita penghibur asal Belarusia yang mengklaim punya bukti soal upaya Rusia membantu kemenangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pilpres 2016, ditahan otoritas Rusia usai dideportasi dari Thailand. Wanita itu ditahan bersama rekan-rekannya yang juga dideportasi dari Thailand.

Seperti dilansir AFP, Jumat (18/1/2019), Anastasia Vashukevich yang juga dikenal sebagai Nastya Rybka ditahan untuk diinterogasi setelah mendarat di Moskow, Rusia pada Kamis (17/1) malam waktu setempat.

Vashukevich ditahan bersama sejumlah orang lainnya, termasuk Alex Kirillov yang mengklaim dirinya sebagai guru seks. Vashukevich dan Kirillov masuk dalam kelompok yang ditangkap di Thailand saat menggelar 'seminar seks' tahun lalu. Mereka dideportasi dari Thailand pekan ini.

Saksi mata menyebut ada empat polisi berpakaian preman yang 'menjemput' dan mengawal empat orang termasuk Vashukevich dan Kirillov begitu mereka tiba di terminal kedatangan Bandara Sheremetyevo. Tidak diketahui pasti mengapa Vashukevich dan Krillov yang warga negara Belarusia ini turun di Rusia.


Seorang saksi mata bernama Kristina yang menyebut diri sebagai istri Kirillov menuturkan, bahwa Vashukevich dan Kirillov sempat meminta penjelasan soal 'mengapa mereka ditahan' kepada petugas yang menjemput mereka.

Kristina menyatakan para petugas itu menjawab bahwa kelompok itu ditangkap karena diduga melakukan perekrutan untuk prostitusi, sebuah tindak pidana dengan ancaman maksimum 6 tahun penjara.

Dalam keterangan terpisah, sumber otoritas penegak hukum Rusia menuturkan kepada kantor berita TASS bahwa empat orang yang ditahan, termasuk Vashukevich dan Kirillov, diduga terlibat praktik perekrutan prostitusi.

Nama Vashukevich mencuat setelah dia ditangkap di Pattaya, Thailand pada Februari 2018. Usai ditangkap, dia mengaku memiliki rekaman audio berdurasi beberapa jam, yang diklaim bisa memberi titik terang soal dugaan keterkaitan para pejabat Rusia dengan terpilihnya Trump dalam pilpres AS tahun 2016.


Vashukevich mengklaim punya bukti berupa rekaman percakapan yang menunjukkan intervensi Rusia dalam pilpres AS, melalui seorang miliarder Rusia bernama Oleg Deripaska. Vashukevich juga mengaku pernah menjadi wanita simpanan Deripaska. Klaim ini telah dibantah oleh pihak Deripaska.

Diketahui bahwa Deripaska menjadi salah satu subjek intrik politik di AS karena kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Deripaska merupakan bekas rekan bisnis Paul Manafort, mantan ketua tim kampanye Trump yang kini terjerat berbagai kasus pidana. Manafort diketahui pernah bekerja untuk Deripaska dengan membantu investasi dan menjadi konsultannya, sekitar satu dekade lalu.

Badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia mencampuri pilpres 2016 untuk mendorong kesempatan menang Trump. Otoritas Rusia telah berulang kali membantah hal itu. Trump juga menegaskan tidak ada intervensi maupun kolusi dengan Rusia.

Vashukevich menawarkan untuk merilis rekaman audio itu sebagai imbalan atas suaka dari AS. Namun nyatanya, rekaman audio itu tidak pernah dirilis.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed