detikNews
Rabu 09 Januari 2019, 19:52 WIB

Hina Mantan Raja di Medsos, 3 Warga Malaysia Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Hina Mantan Raja di Medsos, 3 Warga Malaysia Ditangkap Polisi Sultan Muhammad V turun takhta sebagai Yang di-Pertuan Agong pada Minggu (6/1) lalu (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia menangkap tiga orang yang dituduh menghina mantan Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V. Hinaan itu disampaikan via media sosial dan berkaitan dengan turun takhtanya Sultan Muhammad V setelah menjabat selama 2 tahun.

Seperti dilansir The Star dan Channel News Asia, Rabu (9/1/2019), Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun menyatakan pihaknya menerima sejumlah laporan soal aktivitas dunia maya ketiga orang itu, yang dianggap menghina Sultan Muhammad V.

"Kami menangkap Eric Liew Chee Ling (46), Azham Akhtar Abdullah (27) dan Nur Alia Astaman (26) pada Selasa (8/1) waktu setempat. Penangkapan dilakukan setelah kami menerima sejumlah laporan terkait pengguna akun media sosial yang memposting komentar berisi hinaan untuk Sultan Muhammad V," sebut Mohamad Fuzi dalam pernyataannya.

"Liew diyakini telah melakukan pelanggaran hukum melalui Facebook, sedangkan dua individu lainnya diyakini melakukan pelanggaran hukum lewat Twitter," imbuh Mohamad Fuzi.


Dua akun Twitter milik Azham dan Nur Alia serta postingan Facebook pada akun Eric Liew diketahui telah dihapus pada Rabu (9/1) sore waktu setempat. Namun screenshot dari komentar-komentar mereka masih beredar luas di internet.

Ditambahkan Mohamad Fuzi bahwa tiga orang yang ditangkap itu akan diselidiki atas dugaan melanggar pasal 4 ayat 1 Undang-undang Antipenghasutan Malaysia yang berlaku sejak tahun 1948.

"Masyarakat diimbau untuk menggunakan media sosial dengan bijaksana dan menahan diri dari komentar-komentar yang provokatif atau yang memicu kesalahpahaman soal turun takhtanya Yang Dipertuan Agong XV (Sultan Muhammad V), hingga memicu persepsi negatif terhadap institusi kerajaan di negara ini," imbau Mohamad Fuzi.

Diketahui bahwa pada Minggu (6/1) lalu, Sultan Muhammad V yang merupakan Sultan Kelantan mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Yang di-Pertuan Agong setelah dua tahun bertakhta. Dia naik takhta pada Desember 2016. Turun takhtanya seorang Raja Malaysia ini menjadi momen pertama dalam sejarah Malaysia, sejak negara itu merdeka dari Inggris tahun 1957.


Sultan Muhammad V yang berusia 49 tahun dikenal akan citra yang santai dan kecintaannya pada olahraga ekstrem serta aktivitas mengemudi off-road. Namun kepemimpinannya menuai kegelisahan setelah sejumlah laporan muncul pada akhir November 2018 di media-media asing, bahwa dia menikah dengan seorang wanita Rusia mantan Ratu Kecantikan bernama Osana Voevodina. Pernikahan itu digelar secara mewah di Moskow, Rusia.

Pihak Kerajaan Malaysia maupun pemerintahan Malaysia tidak mengomentari laporan pernikahan itu. Alasan Sultan Muhammad V mengundurkan diri juga tidak dijelaskan oleh Kerajaan Malaysia.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed