detikNews
Rabu 09 Januari 2019, 11:44 WIB

Trump Serukan Kongres AS Loloskan Rp 79 T untuk Tembok Meksiko

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Serukan Kongres AS Loloskan Rp 79 T untuk Tembok Meksiko Donald Trump dalam pidato di Ruang Oval Gedung Putih (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras menyerukan kepada Kongres AS untuk meloloskan anggaran US$ 5,7 miliar (Rp 79,3 triliun) tahun ini untuk membantu pembangunan tembok di perbatasan AS dan Meksiko.

Seruan ini disampaikan Trump dalam pidato yang disampaikan dari Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC pada Selasa (8/1) malam waktu setempat. Pidato ini disampaikan Trump sekitar 18 hari setelah pemerintahan AS tutup sebagian akibat mandeknya pembahasan anggaran karena Trump bersikeras mempertahankan anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Rabu (9/1/2019), dalam pidatonya, Trump yang menghadapi perlawanan dari Partai Demokrat soal tembok perbatasan AS-Meksiko, menyebut krisis keamanan saat ini sedang berkembang di perbatasan AS-Meksiko.


Dengan menggunakan bahasa yang terang-terangan dalam upaya untuk meraih dukungan publik, Trump mengklaim bahwa para imigran ilegal dan narkoba yang mengalir masuk ke AS melalui perbatasan sebelah selatan memberikan ancaman serius bagi setiap warga AS.

"Seberapa banyak lagi darah Amerika akan tertumpah sebelum Kongres melakukan tugasnya?" ucap Trump dalam pidatonya yang disiarkan langsung via televisi ini.

Trump menyatakan AS tidak mampu lagi mengakomodasi para imigran yang masuk secara ilegal. "Kita kehabisan tempat untuk menahan mereka dan kita tidak punya cara untuk segera memulangkan mereka ke negara asal mereka," tutur Trump.

Dalam pidatonya, Trump tidak menyatakan situasi darurat nasional demi membayar pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko dengan dana militer. Padahal dalam beberapa hari terakhir, Trump melemparkan indikasi bahwa dirinya mungkin menggunakan wewenang kepresidenan untuk mengumumkan situasi darurat sebagai langkah awal untuk mendanai pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko tanpa persetujuan Kongres AS.


Diketahui bahwa Partai Demokrat dan pihak-pihak yang menentang tembok perbatasan AS-Meksiko, mengancam akan mengambil langkah hukum jika Trump menggunakan wewenang kepresidenannya. Mereka menyebut Trump menggunakan klaim-klaim palsu dan memicu krisis demi melaksanakan janji kampanye dalam pilpres 2016 untuk membangun tembok perbatasan yang saat itu disebut akan dibayar oleh Meksiko, yang telah menolak untuk membiayai tembok itu.

Ditegaskan Trump bahwa dirinya akan terus mencari solusi untuk memecah kebuntuan dalam Kongres AS. Lebih lanjut, seperti dilansir CNN, Trump menyebut persoalan imigrasi telah menjadi 'krisis hati dan krisis jiwa'. Secara keseluruhan, Trump tercatat mengucapkan kata 'krisis' sebanyak enam kali dalam pidatonya selama 10 menit ini.

Sementara itu, dalam upaya menunjukkan fleksibilitas, Trump juga menyatakan: "Atas permintaan Demokrat, itu akan berupa pembatas baja dan bukan tembok beton."

Namun diketahui bahwa Demokrat tidak hanya menentang material yang akan digunakan, tapi keseluruhan proyek pembangunan tembok perbatasan, yang nantinya bisa memakan dana total US$ 24 miliar (Rp 334,1 triliun) itu.


Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang juga dari Partai Demokrat memberikan respons keras atas pidato Trump itu. Pelosi menekankan bahwa Trump menolak legislasi bipartisan untuk membuka kembali pemerintahan AS yang kini tutup sebagian.

Pelosi menyalahkan 'obsesi Trump yang memaksa para wajib pajak Amerika untuk menyia-nyiakan miliaran dolar AS untuk sebuah tembok yang mahal dan tidak efektif -- sebuah tembok yang selalu dijanjikan Trump akan dibayar Meksiko!"


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed