Ashraf al-Qedra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan seperti dilansir Press TV, Sabtu (5/1/2019), pasukan Israel menggunakan peluru timah panas dan gas air mata terhadap para demonstran yang berunjuk rasa di sebelah timur Jalur Gaza pada Jumat (4/1) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan terus memanas di dekat pagar yanng memisahkan Gaza dari wilayah-wilayah pendudukan Israel sejak 30 Maret lalu, yang menandai dimulainya aksi-aksi demo warga Palestina. Dalam aksinya, warga Palestina menuntut hak untuk kembali ke rumah-rumah mereka sebelum mereka terusir oleh pasukan Israel.
Menurut angka terbaru yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza, sejauh ini, lebih dari 240 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 20 ribu orang lainnya luka-luka dalam bentrokan-bentrokan yang terjadi di Gaza. (ita/ita)











































