DetikNews
Kamis 03 Januari 2019, 11:16 WIB

China Sukses Daratkan Kendaraan Luar Angkasa di Sisi 'Gelap' Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
China Sukses Daratkan Kendaraan Luar Angkasa di Sisi Gelap Bulan Foto ilustrasi kendaraan luar angkasa Chang'e 4 Rover milik China yang berhasil mendarat di 'sisi gelap' Bulan (Xinhua/Alamy via CNN)
Beijing - Badan Luar Angkasa China dengan sukses mendaratkan kendaraan luar angkasa miliknya, Chang'e, di sisi atau belahan jauh Bulan. Pendaratan di sisi jauh Bulan ini menjadi momen bersejarah global yang pertama di dunia.

Seperti dilansir CNN, Kamis (3/1/2019), sisi jauh Bulan merupakan sebutan bagi belahan Bulan yang tidak pernah menghadap ke Bumi, karena adanya rotasi Bulan. Terkadang sisi jauh Bulan keliru disebut sebagai 'sisi gelap Bulan', padahal belahan itu tetap disorot cahaya Matahari sama seperti belahan yang menghadap ke Bumi.

Media nasional China, China Daily, mengumumkan pada Kamis (3/1) pagi waktu setempat bahwa kendaraan luar angkasa (lunar probe) Chang'e telah melakukan pendaratan di sisi jauh Bulan. Hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya China menempatkan diri sebagai kekuatan luar angkasa terkemuka.

"Kendaraan luar angkasa Chang'e milik China mendarat di sisi jauh Bulan, meneguhkan babak baru dalam sejarah eksplorasi Bulan oleh manusia," sebut China Daily dalam laporannya.


Diketahui bahwa Chang'e diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China pada 8 Desember 2018. Empat hari kemudian, Chang'e berhasil memasuki orbit Bulan. Kemudian pada 30 Desember 2018, Chang'e memasuki orbit elips, bergerak dalam jarak 15 kilometer di atas permukaan Bulan.

Kendaraan luar angkasa yang memiliki nama lengkap Chang'e 4 rover ini memiliki ukuran panjang 1,5 meter dan lebar juga tinggi sekitar 1 meter, kemudian dilengkapi dengan dua panel surya yang bisa dilipat dan enam roda.

Begitu selamat mendarat di permukaan Bulan, Chang'e memiliki daftar panjang misi yang harus dilakukan. Mulai dari melakukan eksperimen radio astronomi frekuensi rendah pertama di Bulan, lalu mengamati apakah tanaman akan bisa tumbuh di lingkungan dengan gaya gravitasi rendah, hingga menjelajah apakah ada air atau sumber daya lain di kutub Bulan.


Tugas lain Chang'e dalam misi ini adalah mempelajari interaksi antara angin surya (solar wind) dengan permukaan Bulan menggunakan kendaraan penjelajah baru.

"Mengingat sisi jauh Bulan terlindungi dari gangguan elektromagnetik dari Bumi, ini menjadi tempat yang ideal untuk meneliti lingkungan luar angkasa dan ledakan surya dan kendaraan penjelajah bisa 'mendengar' jangkauan kosmos yang lebih dalam," sebut Tongjie Liu selaku Wakil Direktur Pusat Program Eksplorasi Bulan dan Luar Angkasa pada Badan Luar Angkasa Nasional China.

Diketahui bahwa posisi sisi jauh Bulan yang membelakangi Bumi memicu hambatan bagi frekuensi radio, sehingga kendaraan penjelajah di belahan ini tidak akan bisa berkomunikasi secara langsung dengan ground control di Bumi. Hal inilah yang kerap dijadikan alasan oleh badan luar angkasa lainnya untuk tidak mendaratkan kendaraan luar angkasa di sana.

Momen saat Chang'e 4 Rover diluncurkan ke Bulan dengan roket Long March-3B pada 8 Desember 2018Momen saat Chang'e 4 Rover diluncurkan ke Bulan dengan roket Long March-3B pada 8 Desember 2018 Foto: REUTERS/Stringer/File Photo

(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed