detikNews
Rabu 19 Desember 2018, 16:55 WIB

Jepang Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Jalan Ambles di Fukuoka

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Jepang Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Jalan Ambles di Fukuoka Jalan ambles di Fukuoka pada 2016 silam (Foto: Kyodo/REUTERS)
Jakarta - Amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya, mengingatkan kita akan peristiwa serupa di Jepang, dua tahun lalu. Kala itu salah satu jalanan utama di Prefektur Fukuoka, selatan Jepang, ambles dan melahirkan lubang lebar yang menganga.

Peristiwa di Fukuoka terjadi pada November 2016. Melansir The Telegraph kala itu, jalan yang ambles melintang sepanjang 30 meter dengan kedalaman 15 meter.


Jalan ambles itu persis di bawah proyek perpanjangan terowongan subway. Jalan yang ambles itu dipenuhi air limbah dari pipa pembuangan yang patah tertimpa reruntuhan jalan sehingga membuatnya seperti 'kolam renang'.

Menyadari akan pentingnya akses jalan tersebut untuk warga Fukuoka maupun dari luar, Pemerintah Daerah setempat bergerak cepat untuk memperbaiki jalanan tersebut dengan menggunakan pasir dan semen.

Tak sampai 48 jam atau 2 hari, jalanan tersebut kembali mulus seperti semula. Tak hanya itu, jalanan pun telah kembali dilengkapi dengan marka-marka yang terpasang sebelumnya.

Kecepatan pemerintah Jepang memperbaiki jalanan tersebut sempat membuat kagum dunia dan ramai dibicarakan di media sosial. Seorang pemilik akun twitter, Charlie Morrison, seperti ditulis The Telegraph berkomentar, "Manchester sinkhole butuh waktu 10 bulan untuk perbaikan. Jepang memperbaiki sinkhole yang luas, dalam 2 hari," cuitnya kala itu.

Wali Kota Fukuoka, Soichiro Takashima, sempat meminta maaf atas apa yang terjadi. Dia memastikan bahwa kualitas jalan hasil perbaikan adalah 30 kali lebih kuat dari sebelumnya.

Menurut pakar teknik sipil lokal, jalan itu ambles karena komposisi jalannya yang mayoritas pasir, serta pekerjaan konstruksi terowongan subway di bawahnya. Pakar pun menyarankan perbaikan jalan ini untuk memperbanyak komposisi semennya ketimbang pasir.

Sementara itu, penyebab amblesnya Jalan Gubeng menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan karena pembangunan proyek basement RS Siloam.

"Memang pembangunan ini berawal dari ada pembangunan basement-nya rumah sakit Siloam yaitu 70 x 70 sedangkan yang dikerjakan 11 persen dengan kedalaman 11 meter dari 19 meter ini," kata Luki di lokasi kejadian, Rabu (19/12).

Meski demikian, Luki tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk itu, ia akan memanggil saksi ahli dari Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya dan Bina Marga.


Senada dengan Kapolda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya bukan karena likuifaksi. Tanah ambles akibat ada kesalahan konstruksi.

"Amblesan ini bukan disebabkan gempa bumi atau aktivitas tektonik karena tidak terdeteksi sama sekali. Jadi kalau ada isu yang mengatakan ini ada kaitannya dengan sesar Surabaya, sesar Waru yang melintas di sana, tidak betul karena tidak ada aktivitas tektonik pada saat kejadian," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.


Saksikan juga video 'Jalan Ambles di Surabaya Jadi Tontonan Warga':
(rna/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed