"Kami sedang mencari penyebab makanan tersebut terkontaminasi dan mendalami adanya unsur kesengajaan. Kmai sudah menahan beberapa orang dan masih akan terus bertambah," kata Kepala Polisi Distrik Chamrajnagar, Dharmender Kumar Meena, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (19/12/2018).
Baca Juga: 3 Pemburu Liar Tewas Ditembak di Taman Nasional Kenya
Peristiwa ini sebelumnya menewaskan 11 orang pada Selasa (11/12) lalu saat jemaah kuil mengkomsumsi nasi tomat yang digunakan untuk persembahan. Polisi mengatakan, makanan yang dikonsumsi tersebut terbukti menunjukkan adanya pestisida berjenis monocrotophos yang dapat menyerang jaringan saraf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas karena memakan makanan yang minyaknya terkontaminasi karena disimpan di tempat bekas penyimpanan pestisida monocrotophos.
Baca Juga: 11 Orang di India Tewas Usai Makan Nasi Beracun
Menurut data World Health Organisation (WHO), menelan 120 miligram dari monocrotophos dapat berakibat sangat fatal. Pada 2009, PBB telah meminta India melarang penggunaan pestisida tersebut.
Amerika, negara-negara Uni Eropa, dan negara Asia lainnya sudah melarang monocrotophos. Selain itu 46 negara juga sudah melarang impor pestisida itu.
Tonton juga 'Udara Beracun Mengintai India, Truk Dilarang Masuk New Delhi':
(fdu/jbr)










































