detikNews
Selasa 18 Desember 2018, 11:59 WIB

40 Tahun Reformasi, Presiden Xi: Tak Ada yang Bisa Dikte China

Novi Christiastuti - detikNews
40 Tahun Reformasi, Presiden Xi: Tak Ada yang Bisa Dikte China Xi Jinping saat berpidato dalam peringatan 40 tahun reformasi China (REUTERS/Jason Lee)
Beijing - Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato yang dinanti-nantikan rakyatnya dalam rangka memperingati 40 tahun reformasi dan pembukaan diri oleh Negeri Tirai Bambu itu. Ditegaskan Xi dalam pidatonya bahwa tidak ada pihak manapun yang bisa mendikte China.

Seperti dilansir CNBC, Selasa (18/12/2018), pidato Xi yang disampaikan pada Selasa (18/12) pagi waktu setempat menjadi perhatian khusus dunia internasional untuk melihat apakah gagasan kemajuan yang dicetuskannya sejalan dengan tuntutan negara-negara Barat soal kendali negara yang lebih longgar.

Di sisi lain, pidato ini bisa saja memiliki konsekuensi signifikan untuk apakah China akan bisa mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) pada akhir gencatan perang tarif yang diberlakukan selama 90 hari.

"Tidak ada pihak manapun yang berada dalam posisi untuk mendikte rakyat China soal apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dilakukan," ucap Xi dalam pidatonya di Great Hall of the People, Beijing.


Lebih lanjut Xi menyerukan agar China 'tetap berada dalam jalur' rute reformasi yang saat ini ditempuh. "Apa yang akan direformasi dan bagaimana mencapai reformasi itu harus konsisten dengan tujuan menyeluruh untuk meningkatkan dan mengembangkan sistem Sosialisme dengan Karakteristik China dan memodernisasi sistem dan kapasitas pemerintahan China," sebutnya.

"Kita bertekad akan mereformasi hal yang harus dan bisa direformasi, dan tidak membuat perubahan pada hal yang tidak seharusnya dan tidak bisa direformasi," imbuh Xi.

Pidato Xi disampaikan saat China memperingati terobosan mantan pemimpin mereka, Deng Xiaoping -- memimpin dari 1978-1989, yang merestrukturisasi perekonomian negara itu tahun 1978 silam. Langkah itu membuka jalan bagi kepemimpinan individu pada banyak sektor industri dan membuka akses bagi perusahaan-perusahaan asing.

Banyak pihak menyebut kebijakan Deng itu membantu mengangkat ratusan juta warga China dari kemiskinan dan mengubah China menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kini menempati posisi kedua di bawah AS.


Dalam pidatonya ini, Xi menekankan visinya soal sentralitas Partai Komunis China dalam segala reformasi di masa mendatang. Dia juga menekankan bahwa 'kepemimpinan bersatu yang tersentralisasi dari partai' telah mengawasi transformasi perekonomian selama 40 tahun terakhir.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed