DetikNews
Senin 10 Desember 2018, 15:05 WIB

Demo 'Rompi Kuning', Presiden Prancis Bertemu Para Bos Perusahaan

Novi Christiastuti - detikNews
Demo Rompi Kuning, Presiden Prancis Bertemu Para Bos Perusahaan Emmanuel Macron (REUTERS/Charles Platiau/Pool)
Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menggelar pertemuan dan pembicaraan dengan para bos perusahaan dan serikat perdagangan usai unjuk rasa 'rompi kuning' kembali digelar pada akhir pekan. Rencana pertemuan digelar menjelang pidato terbaru Macron yang akan disampaikan Senin (10/12) malam waktu setempat.

Dituturkan juru bicara Elysee Palace (sebutan untuk Istana Kepresidenan Prancis), dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Senin (10/12/2018), dalam pertemuan itu, Macron ingin 'mendengar suara mereka, proposal mereka dan dengan tujuan menggerakkan mereka untuk bertindak'.

Disebutkan juga bahwa Macron akan bertemu dengan para pemimpin politik dan pejabat lokal Prancis.


Diketahui bahwa unjuk rasa 'rompi kuning' kembali digelar pada Sabtu (8/12) lalu. Laporan Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut sekitar 1.723 orang dimintai keterangan oleh pihak berwenang. Dengan 1.220 orang di antaranya ditahan terkait unjuk rasa itu.

Di seluruh wilayah Prancis, sedikitnya 135 orang mengalami luka-luka akibat unjuk rasa itu.

Pidato terbaru Macron yang rencananya akan disampaikan pada Senin (10/12) malam waktu Prancis, diperkirakan akan fokus pada persatuan nasional. Macron diperkirakan akan mendorong para demonstran 'rompi kuning' atau yang dalam bahasa Prancis disebut 'gilets jaunes' untuk ikut berdialog.


Macron tengah menghadapi kritikan baik dari sayap kiri maupun sayap kanan, dengan demonstran terus melakukan aksi menentang biaya hidup yang tinggi dan menuntut penghapusan 'fortune tax'.

Tekanan semakin besar saat unjuk rasa kembali digelar akhir pekan lalu. Polisi terpaksa melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata ke arah para demonstran. Beberapa demonstran dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sejumlah kendaraan dalam aksinya.

Unjuk rasa itu melumpuhkan kota Paris, dengan tujuan-tujuan wisata terkenal seperti Menara Eiffel ditutup untuk umum. Stasiun-stasiun kereta bawah tanah juga dihentikan operasionalnya. Sekitar 8 ribu polisi dikerahkan ke jalanan kota Paris dan puluhan ribu polisi lainnya dikerahkan ke berbagai wilayah Prancis.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed