DetikNews
Senin 10 Desember 2018, 04:01 WIB

Prancis Kembali Bergejolak, Trump Salahkan Kesepakatan Iklim Paris

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Prancis Kembali Bergejolak, Trump Salahkan Kesepakatan Iklim Paris Foto: Donald Trump (Reuters)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Kesepakatan Iklim Paris atas aksi demonstrasi antipemerintah yang dinamakan yellow vest atau rompi kuning yang melanda Prancis. Menurut dia, aksi tersebut menunjukkan bahwa sudah saatnya untuk menyingkirkan kesepakatan itu.

Dilihat detikcom, Senin (12/10/2018), melalui cuitannya, Trump mengatakan, kesepakatan itu tidak berjalan baik untuk Paris. Akibatnya, aksi protes dan kerusuhan terjadi di Paris.

"Kesepakatan Paris tidak berjalan dengan baik di Paris. Protes dan kerusuhan di seluruh Prancis. Orang tidak mau membayar uang dalam jumlah besar, banyak ke negara-negara dunia ketiga (yang dipertanyakan), untuk mungkin melindungi lingkungan. Chanting 'We Want Trump!' Love France," tulis Trump dalam Twitternya pada Sabtu (8/10), waktu setempat.


Tak berhenti di situ, pada Minggu (9/12), Trump kembali mengomentari aksi demonstrasi rompi kuning melalui cuitannya. Kali ini Trump menilai aksi yang digelar keempat kalinya ini tersebut menunjukkan bahwa sudah saatnya kesepakatan iklim Paris diakhiri.

"Hari yang sangat sedih di Paris. Mungkin ini saatnya mengakhiri kesepakatan (iklim) Paris yang konyol dan sangat mahal dan mengembalikan uang kepada orang-orang dalam bentuk pajak yang lebih rendah? AS berada jauh di depan kurva itu dan satu-satunya negara besar di mana emisi turun tahun lalu!" cuitnya.


Seperti diketahui, Prancis kembali bergejolak akibat aksi demonstrasi antipemerintah yang dinamakan yellow vest atau rompi kuning. Aksi ini merupakan aksi keempat sejak aksi pertama pada 17 November lalu.

Diperkirakan 125.000 demonstran turun ke jalanan di seluruh negeri pada Sabtu siang, dan 10.000 di antaranya di Paris, yang ditandai dengan kerusakan paling parah. Di ibukota Prancis itu para penjarah menghancurkan etalase-etalase toko, dan membakar sejumlah mobil.

Otoritas rumah sakit di Paris menyebut 126 orang terluka di kota itu, tetapi tidak ada yang serius. Setidaknya tiga orang petugas polisi juga terluka.


Saksikan juga video 'Prancis Siapkan 89.000 Pasukan Hadapi Demonstrasi Besar-besaran':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/abw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed