DetikNews
Sabtu 01 Desember 2018, 14:14 WIB

Bush Senior, Dari Pilot Perang Dunia II Hingga Usir Irak dari Kuwait

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bush Senior, Dari Pilot Perang Dunia II Hingga Usir Irak dari Kuwait keluarga George H.W. Bush (Foto: Reuters)
Washington - Presiden Amerika Serikat ke-41 George Herbert Walker Bush meninggal dunia pada usia 94 tahun. Mantan presiden AS ini dikenal sebagai pemain diplomatik yang membantu mengakhiri Perang Dingin yang berlangsung empat dekade. Dia juga terkenal karena pernah memerintahkan militer AS mengusir tentara Irak dari Kuwait.

George H.W. Bush alias Bush senior lahir pada 12 Juni 1924 di Milton, Massachusetts dari sebuah keluarga kaya. Darah politiknya mengalir dari sang ayah, Prescott Bush, seorang pengusaha yang terjun ke pemerintahan dengan menjadi senator dari Connecticut. Bush merupakan lulusan ekonomi Universitas Yale, salah satu sekolah Ivy League di AS yang terkenal akan kesempurnaan akademis dan elitismenya.

Seperti dilansir New York Times, Sabtu (1/12/2018), di masa mudanya, Bush sempat bergabung dengan Angkatan Laut AS setelah lulus dari sekolah menengah atas. Di bahkan pernah menjadi pilot termuda Angkatan Laut AS dan pernah diturunkan dalam sejumlah operasi saat Perang Dunia II. Pesawat militer Bush bahkan pernah ditembak jatuh di Pasifik pada tahun 1944. Dia adalah generasi terakhir dari Perang Dunia II yang menduduki Ruang Oval Gedung Putih.

Selama menduduki Gedung Putih, Bush senior dikenal sebagai presiden yang sukses dengan politik luar negerinya, namun tak begitu cemerlang menyelesaikan masalah di dalam negeri.



Setelah menjadi wakil presiden selama dua periode menemani Presiden Ronald Reagan, Bush menjalankan pemerintahan AS dengan hati-hati.
Kepemimpinan Bush teruji ketika militer Irak menginvasi Kuwait pada tahun 1990 dan Presiden Saddam Hussein mengancam bahwa Arab Saudi bisa menjadi target Irak selanjutnya. Saat itu Bush bersumpah: " Ini tak akan bertahan, agresi ini terhadap Kuwait."

Bush kemudian menggalang koalisi internasional yang terdiri dari 32 negara untuk mengusir pasukan Irak dari Kuwait. Hanya dalam beberapa minggu, pasukan Irak terusir dari Kuwait dengan serangan-serangan udara dan darat yang dilancarkan AS dan sekutu.

Saat itu, sekitar 425 ribu tentara AS yang didukung oleh 118 ribu tentara sekutu ikut serta dalam operasi militer yang diberi nama Operation Desert Storm. Operasi itu berhasil melumpuhkan mesin militer Presiden Irak Saddam Hussein tanpa menggulingkannya dari kekuasaan -- tugas yang baru diselesaikan 12 tahun kemudian oleh putranya, Presiden AS ke-42 George W. Bush.



Mantan Duta Besar AS untuk PBB itu juga pernah mengerahkan pasukan ke Panama demi menggulingkan rezim Manuel Noriega, yang dianggap korupsi dan mengancam warga AS di negara Amerika Tengah. Noriega pun diadili di AS atas dakwaan perdagangan narkoba.

Kesuksesan AS di luar negeri nampaknya tak membuat Bush digemari oleh publiknya sendiri. Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu banyak dikritik karena tak mampu menghindari AS dari krisis ekonomi tahun 1990. Bush pun gagal mempertahankan kepuasan publik terhadapnya dengan hanya menjabat selama satu periode setelah kalah dari Bill Clinton dalam pemilihan presiden 1992.

Menikahi Barbara pada tahun 1945, Bush memiliki enam anak yakni Presiden AS ke-43 George, Robin, John yang lebih dikenal dengan sapaan Jeb, Neil, Marvin, serta Dorothy. Bush senior meninggal pada Jumat (30/11) waktu setempat hanya beberapa bulan setelah kematian istri tercintanya, Barbara pada April lalu. Bush pernah menyebut Barbara yang dinikahinya selama 73 tahun itu, sebagai wanita yang paling dicintainya di dunia.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed