detikNews
Kamis 29 November 2018, 12:06 WIB

Keluarga Korban MH370 Akan Serahkan Puing Baru ke Pemerintah Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Keluarga Korban MH370 Akan Serahkan Puing Baru ke Pemerintah Malaysia Ilustrasi (REUTERS/Olivia Harris)
Kuala Lumpur - Keluarga korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH370 mengklaim mendapatkan sejumlah temuan baru yang diyakini puing MH370. Puing-puing itu akan diserahkan kepada pemerintah Malaysia pekan ini.

MH370 menghilang saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014, dengan membawa 239 orang di dalamnya. Hilangnya MH370 menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Para penyidik Malaysia maupun internasional meyakini MH370 terbang menyimpang ribuan mil dari rute seharusnya sebelum akhirnya menukik ke dalam Samudra Hindia. Namun, tidak ada yang tahu penyebab pesawat terbang menyimpang dari rute.

Selama empat tahun terakhir, sedikitnya 27 objek yang diduga puing pesawat MH370 dikumpulkan dari berbagai kawasan. Namun baru tiga objek berupa patahan bagian sayap pesawat yang telah dikonfirmasi sungguh-sungguh berasal dari MH370.


Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir Reuters, Kamis (29/11/2018), asosiasi anggota keluarga korban MH370 menyatakan mereka akan bertemu Menteri Transportasi Malaysia pada Jumat (30/11) besok.

"Untuk menyerahkan puing-puing yang baru ditemukan," sebut pernyataan asosiasi anggota keluarga korban MH370.

Calvin Shim yang istrinya merupakan salah satu awak MH370, menuturkan kepada Reuters bahwa asosiasi keluarga korban berencana menyerahkan sedikitnya lima objek yang diduga puing MH370. Objek-objek diduga puing itu ditemukan di lepas pantai Madagaskar, yang menjadi lokasi temuan puing MH370 lainnya. Temuan paling baru, sebut Shim, didapat pada Agustus lalu.

Pada Mei lalu, otoritas Malaysia menghentikan upaya pencarian MH370 yang telah berlangsung selama 3 bulan dengan dipimpin perusahaan eksplorasi dasar laut asal Amerika Serikat, Ocean Infinity. Pencarian yang mencakup perairan seluas 112 ribu kilometer persegi di wilayah Samudra Hindia bagian selatan itu berakhir tanpa temuan signifikan.


Upaya pencarian MH370 oleh Ocean Infinity itu merupakan misi pencarian kedua yang dilakukan setelah Australia, China dan Malaysia mengakhiri upaya pencarian di zona perairan seluas 120 kilometer persegi senilai AUS$ 200 juta tahun lalu.

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, pada Mei lalu menyatakan negaranya akan mempertimbangkan untuk melanjutkan upaya pencarian MH370 jika ada petunjuk baru yang muncul.

Laporan penyelidikan setebal 495 halaman yang dirilis Juli lalu menyatakan kendali MH370 kemungkinan besar dimanipulasi secara sengaja untuk dibawa terbang menyimpang dari rute seharusnya. Namun tidak bisa ditentukan siapa yang bertanggung jawab atas manipulasi itu.


Saksikan juga video '4 Tahun Penyelidikan MH370: Pesawat Disabotase Keluar Rute':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed