detikNews
Rabu 28 November 2018, 17:59 WIB

Tim Saudi Awalnya Berencana Bunuh Khashoggi di Vila Pinggiran Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Tim Saudi Awalnya Berencana Bunuh Khashoggi di Vila Pinggiran Turki Vila yang digeledah terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi (Osman Orsal/Reuters)
Istanbul - Laporan terbaru media Turki, Milliyet, menyebut tim dari Arab Saudi awalnya berencana membunuh wartawan Jamal Khashoggi di sebuah vila di pinggiran Turki. Lantas apa yang membuat lokasi pembunuhan berubah di dalam Konsulat Saudi di Istanbul?

Seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (28/11/2018), informasi tersebut disampaikan surat kabar Milliyet dalam laporannya pada 28 November yang mengutip sumber anonim dari kepolisian Turki.

Disebutkan oleh sumber tersebut bahwa tim Saudi awalnya merencanakan untuk membawa Khashoggi ke satu dari dua vila yang ada di Provinsi Yalova untuk membunuhnya.

"Mereka (tim Saudi-red) kemudian memutuskan untuk melakukan pembunuhan di Konsulat (Saudi di Istanbul), yang dilindungi secara diplomatik," sebut sumber yang dikutip surat kabar Milliyet itu.


Dua vila yang dimaksud merupakan vila yang ada di desa Samanli di Provinsi Yalova, Turki sebelah barat laut. Kedua vila itu telah digeledah otoritas Turki pada 26 November lalu. Penggeledahan itu dilaporkan berlangsung selama 10 jam, namun hasilnya belum diungkap ke publik.

Laporan media lokal menyebut penyidik Turki mengerahkan anjing pelacak dan drone saat menggeledah kedua vila itu. Hurriyet juga melaporkan bahwa para penyidik memeriksa tiga sumur yang ada di taman vila tersebut.

Jaksa Istanbul dalam pernyataannya menyebut salah satu vila itu milik seorang warga Saudi yang berprofesi sebagai pengusaha bernama Mohammed Ahmed al-Fawzan atau Mohammed Ahmad A Alfaozan.

Menurut laporan Hurriyet, Al-Fawzan atau Alfaozan merupakan 'teman dekat' Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Dalam video yang dirilis Hurriyet terlihat sejumlah foto berukuran besar yang menampilkan MBS dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud tergantung di salah satu dinding di dalam vila.


Sosok Al-Fawzan disebut sempat berbicara via telepon dengan salah satu anggota tim Saudi, Mansour Othman M Abahussain, pada 1 Oktober sebelum Khashoggi dibunuh. Al-Fawzan dilaporkan sedang tidak ada di Turki saat percakapan telepon dilakukan. Namun otoritas Turki meyakini percakapan telepon itu dimaksudkan untuk membahas cara membuang atau menyembunyikan jenazah Khashoggi.

Menurut media-media Turki, Al-Fawzan membeli tanah di kawasan yang menjadi lokasi pembangunan vila tahun 2014 lalu. Dia disebut telah meninggalkan Turki sebelum pembunuhan terjadi dan tidak pernah kembali dalam dua bulan terakhir.

Vila kedua disebutkan milik Abdulaziz Ibrahim al-Omary, yang diketahui memiliki sebuah perusahaan bernama Omary Tourism Gida yang bergerak di sektor makanan dan terdaftar secara resmi di Turki. Tidak diketahui pasti apakah Al-Omary masih berbisnis di Turki saat ini.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com