Turki: Trump Tutup Sebelah Mata Atas Pembunuhan Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Nov 2018 18:24 WIB
Donald Trump (REUTERS/Eduardo Munoz)
Ankara - Otoritas Turki menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sengaja menutup sebelah mata atas pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Komentar ini disampaikan menanggapi penegasan Trump soal hubungan AS dan Saudi tidak akan terdampak oleh kasus Khashoggi.

"Dalam satu pengertian, Trump mengatakan 'Saya akan menutup sebelah mata'," sebut Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dalam wawancara dengan CNN Turk, seperti dilansir AFP, Jumat (23/11/2018).

Cavusoglu mengomentari pernyataan Trump beberapa waktu lalu yang menegaskan AS akan terus mendukung Saudi, yang telah memberikan komitmen miliaran dolar AS dalam kontrak senjata dengan AS.


Dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih pertengahan pekan ini, Trump bersumpah tetap bersama Saudi sembari mengakui kemungkinan soal Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) ada di balik pembunuhan Khashoggi.

"Bisa saja Putra Mahkota mengetahui peristiwa tragis ini -- mungkin dia melakukannya dan mungkin juga tidak!" sebut Trump dalam pernyataannya.

"Kita tidak akan pernah tahu semua fakta seputar pembunuhan Jamal Khashoggi. Apapun yang terjadi, hubungan kita adalah dengan Kerajaan Arab Saudi. Amerika Serikat bertekad untuk tetap menjadi mitra yang teguh," tegas Trump.


Pernyataan ini dirilis setelah kesimpulan CIA menyatakan keyakinan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Trump sendiri menyatakan CIA belum mengambil kesimpulan soal kasus tersebut.

Pernyataan Trump itu menuai banyak kritikan, termasuk dari sejumlah Senator AS dari Partai Republik atau satu partai dengan Trump.

Salah satunya Senator senior AS, Bob Corker, yang menyebut Gedung Putih secara efektif telah menjadi public relation atau PR atau humas bagi Putra Mahkota Saudi. "Saya tidak pernah berpikir saya akan melihat hari saat Gedung Putih memiliki pekerjaan sambilan sebagai firma public relation untuk Putra Mahkota Arab Saudi," sebut Corker via akun Twitternya.

(nvc/rna)