DetikNews
Rabu 21 November 2018, 08:59 WIB

Trump Tetap Bersama Saudi di Tengah Kasus Khashoggi, Iran: Memalukan!

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Tetap Bersama Saudi di Tengah Kasus Khashoggi, Iran: Memalukan! Donald Trump (Reuters)
Teheran - Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan akan tetap bersama Arab Saudi meski ada kemungkinan keterlibatan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Dalam pernyataan via Twitter seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Rabu (21/11/2018), Zarif menyebut pernyataan Trump yang menegaskan AS akan tetap bersama Saudi -- sekutu dekatnya -- di tengah kemelut kasus Khashoggi, sebagai 'pernyataan memalukan'.

Zarif juga secara khusus membahas soal penyebutan Iran dalam pernyataan Trump itu. Diketahui bahwa dalam pernyataannya, Trump memang menyebut Iran sebagai contoh negara yang mensponsori teror, lalu membandingkannya dengan Saudi.

"Trump dengan aneh mendedikasikan paragraf PERTAMA dalam pernyataan memalukan soal kekejaman Saudi untuk menuduh Iran atas setiap pelanggaran yang bisa dia pikirkan," sebut Zarif dalam pernyataannya.


Pernyataan Trump berjudul 'America First' yang dirilis secara resmi oleh Gedung Putih itu diawali dengan kalimat berbunyi 'Dunia adalah tempat yang sangat berbahaya'. Trump kemudian membahas Iran dalam pernyataannya itu.

"Negara Iran, sebagai contoh, yang bertanggung jawab atas perang proxy mematikan terhadap Arab Saudi di Yaman, berusaha mendestabilisasi upaya rapuh Irak dalam mewujudkan demokrasi, mendukung kelompok teror Hizbullah di Lebanon, mendukung diktator Bashar Assad di Suriah (yang membunuh jutaan warganya sendiri), dan banyak lagi," ucap Trump dalam pernyataannya.

"Sebaliknya, Iran telah membunuh banyak warga Amerika dan orang-orang tak berdosa lainnya di kawasan Timur Tengah," imbuhnya.

"Di sisi lain, Arab Saudi akan dengan senang hati menarik diri dari Yaman jika Iran sepakat untuk pergi. Mereka akan dengan segera memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan. Apalagi, Arab Saudi sepakat menghabiskan miliaran dolar dalam memimpin perjuangan melawan Terorisme Islamis Radikal," tegas Trump.


Dalam komentarnya, Zarif juga menyinggung soal komentar Trump terkait kebakaran hutan dahsyat di California saat Trump mengklaim Presiden Finlandia permah memberitahu dirinya bahwa negara itu mencegah kebakaran hutan dengan menggaruk hutan-hutan mereka.

"Mungkin kami juga bertanggung jawab atas kebakaran California, karena kami tidak membantu menggaruk hutan-hutan -- seperti yang dilakukan Finlandia?" tutur Zarif dengan nada menyindir.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump bersumpah tetap bersama Saudi sembari mengakui kemungkinan soal Putra Mahkota Saudi ada di balik pembunuhan Khashoggi. Pernyataan ini dirilis setelah kesimpulan CIA menyatakan keyakinan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

"Bisa saja Putra Mahkota mengetahui peristiwa tragis ini -- mungkin dia melakukannya dan mungkin juga tidak!" sebut Trump dalam pernyataannya.

"Kita tidak pernah tahu semua fakta seputar pembunuhan Jamal Khashoggi. Apapun yang terjadi, hubungan kita adalah dengan Kerajaan Arab Saudi. Amerika Serikat bertekad untuk tetap menjadi mitra yang teguh," tegas Trump.


(nvc/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed