DetikNews
Selasa 20 November 2018, 11:59 WIB

Kata Menlu Saudi Soal CIA Sebut MBS Perintahkan Bunuh Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Kata Menlu Saudi Soal CIA Sebut MBS Perintahkan Bunuh Khashoggi Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir (REUTERS/Faisal Al Nasser)
Riyadh - Arab Saudi menolak laporan kesimpulan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang menyebut Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyebut kesimpulan itu tidak benar.

Sejumlah media AS, termasuk Reuters dan The Washington Post, telah melaporkan kesimpulan CIA yang didasarkan pada sejumlah sumber soal kasus pembunuhan Khashoggi. Kesimpulan itu menyebut MBS sebagai pemberi perintah pembunuhan Khashoggi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

Kesimpulan CIA ini disebut sebagai kesimpulan AS yang paling definitif sejauh ini, dalam mengaitkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi dan mementahkan bantahan Saudi soal tidak terlibatnya MBS dalam kasus ini.

"Kami di Kerajaan (Saudi) tahu bahwa tuduhan semacam itu soal Putra Mahkota tidak memiliki dasar kebenaran dan kami dengan tegas menolaknya," tegas Al-Jubeir seperti dikutip surat kabar Saudi, Al Sharq Al Awsat dan dilansir Reuters, Selasa (20/11/2018).


Komentar Al-Jubeir ini menjadi tanggapan resmi pertama Saudi terkait laporan media-media AS soal kesimpulan CIA atas kasus Khashoggi.

"Kesimpulan itu bocoran yang belum diumumkan secara resmi dan saya mengetahui bahwa itu didasarkan pada penilaian, bukan bukti konklusif," sebut Al-Jubeir dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa sumber lain yang memahami kesimpulan CIA menyebut, kesimpulan ini memang kebanyakan didasari pada bukti tidak langsung terkait peran MBS dalam memimpin Saudi.

Salah satu sumber yang menjadi dasar kesimpulan CIA adalah hasil penyadapan telepon antara saudara laki-laki MBS, Pangeran Khalid bin Salman (KBS) -- mantan Duta Besar Saudi untuk AS, dengan Khashoggi sebelum pembunuhan terjadi. Dalam telepon itu, KBS mendorong Khashoggi untuk datang ke Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, guna mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk pernikahannya dengan Hatice Cengiz, tunangannya asal Turki. KBS dilaporkan menyatakan pada Khashoggi bahwa dia dijamin aman di sana.


Tidak jelas apakah KBS tahu bahwa Khashoggi akan dibunuh di sana, namun menurut pihak-pihak yang familiar dengan panggilan telepon itu, KBS diperintahkan oleh MBS untuk menelepon Khashoggi saat itu. KBS sendiri telah membantah soal telepon itu dan meminta AS menunjukkan bukti.

Al-Jubeir juga ditanya soal pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu lalu, yang menyebut perintah pembunuhan datang dari 'level tertinggi' kepemimpinan Saudi, namun bukan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Pernyataan itu mengarahkan sorotan publik pada MBS.

"Kami telah bertanya pada otoritas Turki di level tertinggi soal arti komentar itu dan mereka mengonfirmasi kepada kami dengan tegas bahwa Putra Mahkota bukanlah yang dimaksud oleh komentar itu. Kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi yang diwakili oleh Penjaga Dua Masjid Suci (Raja Saudi-red) dan Putra Mahkota, adalah garis merah, dan kami tidak akan membiarkan upaya-upaya untuk membahayakan atau merusaknya," ucapnya.




Tonton juga 'Hasil Penyelidikan Khashoggi Diklaim 'Loloskan' Putra Mahkota':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed