DetikNews
Senin 19 November 2018, 18:27 WIB

Najib Kembali Diperiksa Komisi Antikorupsi soal Proyek Tenaga Surya

Novi Christiastuti - detikNews
Najib Kembali Diperiksa Komisi Antikorupsi soal Proyek Tenaga Surya Najib Razak (Reuters)
Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) untuk kasus terbaru. Kali ini Najib ditanyai soal proyek panel surya untuk ratusan sekolah di Sarawak, kasus yang menyeret istrinya, Rosmah Mansor.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Channel News Asia, Senin (19/11/2018), Najib ditanyai penyidik MACC selama empat jam untuk membantu penyelidikan kasus panel surya tersebut.

Dia tiba di kantor MACC pada Senin (19/11) pagi sekitar pukul 09.23 waktu setempat dan keluar pada pukul 13.15 waktu setempat. Mobil yang ditumpangi Najib tampak dikawal mobil polisi saat meninggalkan kantor MACC. Tidak ada keterangan yang disampaikan Najib kepada wartawan.


Pekan lalu, seperti dilansir The Star, istri Najib dijerat dua dakwaan korupsi terkait proyek tenaga surya di sekolah-sekolah yang ada Sarawak senilai 1,25 miliar Ringgit. Proyek itu melibatkan suplai tenaga surya untuk sekitar 369 sekolah di pinggiran Sarawak, sekitar dua tahun lalu.

Dalam sidang pembacaan dakwaan yang digelar di Kuala Lumpur pada Kamis (15/11) lalu, Rosmah didakwa meminta dan menerima suap total sebesar 189 juta Ringgit (Rp 658,9 miliar) dari sebuah perusahaan yang terlibat proyek tenaga surya itu.

Menurut jaksa dalam kasus Rosmah, mantan Ibu Negara Malaysia itu diduga meminta suap sebesar 187,5 juta Ringgit dari seorang eksekutif Jepak Holdings tahun 2016. Setahun setelahnya atau tahun 2017, Rosmah diduga menerima suap 1,5 juta Ringgit dari eksekutif yang sama. Atas seluruh dakwaan itu, Rosmah menyatakan dirinya tidak bersalah.


Kasus korupsi proyek tenaga surya ini terpisah dengan kasus pencucian uang terkait aliran dana sebesar 7 juta Ringgit (Rp 25,5 miliar) yang diduga berasal dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang menjerat Rosmah awal Oktober lalu.

Sementara itu, Najib sendiri telah dijerat total 32 dakwaan pidana terkait beberapa kasus berbeda. Dakwaan-dakwaan itu terdiri atas tujuh dakwaan pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang terkait dugaan aliran dana 42 juta Ringgit dari SRC International, bekas unit perusahaan 1MDB ke rekening pribadinya.

Dalam kasus lainnya terkait aliran dana total 2,3 miliar Ringgit yang diduga berasal dari 1MDB yang diselimuti skandal mega korupsi, Najib dijerat 21 dakwaan pencucian uang dan empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan untuk menerima gratifikasi.


Saksikan juga video 'ketika Najib Razak Ditangkap Untuk Kedua Kalinya':

[Gambas:Video 20detik]


Najib Kembali Diperiksa Komisi Antikorupsi soal Proyek Tenaga Surya

(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed