DetikNews
Jumat 16 November 2018, 10:46 WIB

Misteri Kepala Tim Negosiasi yang Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Misteri Kepala Tim Negosiasi yang Perintahkan Pembunuhan Khashoggi Jamal Khashoggi (BBC World)
Riyadh - Jaksa penuntut umum Arab Saudi menyebut kepala tim negosiasi yang bertugas membujuk wartawan Jamal Khashoggi pulang ke Saudi, sebagai sosok pemberi perintah pembunuhan. Hal ini disampaikan saat jaksa Saudi menyangkal keterlibatan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Wakil Jaksa Penuntut Umum Saudi yang juga juru bicara kantor jaksa Saudi, Shaalan al-Shaalan, dalam pernyataan terbaru pada Kamis (15/11) kemarin mengungkapkan hasil penyelidikan pihaknya atas pembunuhan Khashoggi (60).

Disebutkan Al-Shaalan bahwa kasus ini berawal saat Wakil Kepala Intelijen Saudi, Ahmed al-Assiri -- yang sudah dicopot dari jabatannya, memerintahkan misi untuk memaksa Khashoggi kembali ke Saudi. Al-Assiri merupakan sosok yang membentuk tim beranggotakan 15 orang yang dikirim ke Istanbul, Turki. Tim tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni tim negosiasi, tim intelijen dan tim logistik.


Ditekankan Al-Shaalan bahwa misi dari tim beranggotakan 15 orang itu hanya membujuk Khashoggi kembali ke Saudi. Namun pada praktiknya, menurut A-Shaalan, kepala tim negosiasi memerintahkan pembunuhan Khashoggi setelah 'negosiasi' untuk membujuknya pulang ke Saudi, gagal dilakukan.

"Setelah memeriksa dan menginspeksi Konsulat, kepala tim negosiasi menyimpulkan bahwa tidak mungkin bisa membawa korban dengan kekerasan ke lokasi aman jika negosiasi mencapai jalan buntu," ungkap Al-Shaalan dalam pernyataan yang disampaikan di Riyadh, seperti dilansir CNN dan Arab News, Jumat (16/11/2018).

"Kepala tim negosiasi memutuskan untuk membunuh korban jika negosiasi gagal," tegas Al-Shaalan dalam pernyataannya. "Penyelidikan menyimpulkan bahwa insiden itu berujung pembunuhan," imbuhnya.

Lalu siapa kepala tim negosiasi yang dimaksud Al-Shaalan itu? Belum diketahui pasti karena identitasnya tidak diungkap ke publik.


Namun dalam pernyataannya, Al-Shaalan sempat menyebut bahwa kepala tim negosiasi itu telah mengenal Khashoggi sebelumnya. Kepala tim negosiasi itu juga disebut pernah bekerja dengan seorang mantan penasihat Kerajaan Saudi.

Diketahui bahwa salah satu dari 15 anggota tim yang dikirim Saudi diketahui pernah menjadi ajudan Saud al-Qahtani, penasihat Kerajaan Saudi dan 'tangan kanan' MBS. Sosok yang dimaksud adalah Maher Mutreb yang merupakan mantan diplomat, agen intelijen senior dan bagian dari tim keamanan MBS. Dia muncul di beberapa foto saat MBS berkunjung ke AS dan Eropa tahun ini.

Menurut seorang pejabat Saudi yang dikutip Reuters beberapa waktu lalu, Mutreb sudah mengenal Khashoggi sejak keduanya bekerja bersama di Kedutaan Saudi di London. "Dia mengenal Jamal sangat baik," sebut pejabat Saudi itu.

Dalam keterangannya, Al-Shaalan menyebut kepala tim negosiasi itu ditunjuk berdasarkan saran seorang komandan misi -- yang tak disebut namanya -- yang membantu Al-Assiri dalam membentuk tim beranggotakan 15 orang itu.


Menurut Al-Shaalan, Al-Assiri kemudian menghubungi sang penasihat Kerajaan Saudi -- yang sudah dicopot dan tadinya merupakan bos dari individu itu -- untuk memintanya menugaskan individu tersebut dalam memimpin tim negosiasi untuk membujuk Khashoggi pulang ke Saudi. "Mantan penasihat itu menyetujui permintaan ini," sebut Al-Shaalan.

Al-Shaalan dalam pernyataannya menyebut Al-Qahtani -- mantan penasihat Kerajaan Saudi -- memiliki peran koordinasi dan memberikan informasi dalam kasus pembunuhan Khashoggi ini. Disebutkan bahwa Al-Qahtani sempat bertemu tim 15 orang itu sebelum mereka berangkat ke Istanbul, untuk memberikan briefing soal aktivitas Khashoggi. Al-Qahtani saat ini masih dalam penyelidikan dan dicegah ke luar negeri.

Ditegaskan juga oleh Al-Shaalan dalam pernyataannya bahwa MBS tidak mengetahui misi tersebut. "Dia tidak mengetahui," tegas Al-Shaalan, yang juga menyebut MBS sempat diberi laporan palsu soal pembunuhan Khashoggi.


Saksikan juga video 'AS Bekukan Aset Pejabat Saudi yang Terlibat Pembunuhan Khashoggi':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed