DetikNews
Kamis 15 November 2018, 20:43 WIB

Menlu Turki: Penjelasan Jaksa Saudi Soal Kasus Khashoggi Tak Memuaskan

Novi Christiastuti - detikNews
Menlu Turki: Penjelasan Jaksa Saudi Soal Kasus Khashoggi Tak Memuaskan Mevlut Cavusoglu (REUTERS/Yiannis Kourtoglou)
Ankara - Otoritas Turki menyatakan tidak puas dengan pernyataan terbaru kantor jaksa penuntut umum Arab Saudi soal kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Turki bersikeras pada keyakinannya bahwa Khashoggi tewas dalam pembunuhan yang direncanakan sebelumnya.

"Kami mendapati semua langkah-langkah itu positif, tapi tidak cukup," sebut Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dalam pernyataan via televisi setempat, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (15/11/2018).

Pernyataan Cavusoglu ini disampaikan setelah Wakil Jaksa Penuntut Umum dan juru bicara kantor jaksa Saudi, Shaalan al-Shaalan, menyatakan Khashoggi (60) tewas setelah diberi suntikan bius atau penenang dengan dosis mematikan dan jenazahnya dimutilasi.


Ditekankan Al-Shaalan dalam pernyataannya bahwa tim beranggotakan 15 orang dikirim dalam misi membujuk Khashoggi kembali ke Saudi. Namun setelah 'negosiasi' gagal dilakukan, pembunuhan terhadap Khashoggi dilakukan.

"Saya ingin mengatakan secara pribadi bahwa saya tidak mendapati pernyataan-pernyataan ini memuaskan," ucap Cavusoglu.

"Mereka mengatakan orang ini (Khashoggi-red) dibunuh karena melawan, padahal pembunuhan ini direncanakan," tegasnya.

"Mereka mengatakan dia dimutilasi...tapi ini bukanlah hal yang spontan. Perlengkapan yang diperlukan dan orang-orang yang dibawa sejak awal untuk membunuh dan kemudian memutilasinya," ujar Cavusoglu menyoroti kejanggalan dalam pernyataan Al-Shaalan.


Lebih lanjut, Cavusoglu menegaskan kembali seruan agar Saudi mengungkapkan keberadaan jenazah Khashoggi yang masih misterius. Al-Shaalan dalam pernyataannya menyebut pihaknya juga belum mengetahui lokasi jenazah Khashoggi.

"Di mana jenazah Khashoggi yang dibunuh? Di mana jenazah itu dibuang, di mana jenazah itu dibakar?" ucapnya. Cavusoglu tidak menjelaskan lebih lanjut soal dugaan jenazah Khashoggi dibakar. Pernyataan pejabat Turki sebelumnya menyebut indikasi jenazah Khashoggi dilarutkan dalam zat asam usai dimutilasi.

Terakhir, Cavusoglu melontarkan kembali seruan Presiden Recep Tayyip Erdogan agar para tersangka kasus Khashoggi diadili di Turki, bukan di Saudi. Diketahui bahwa terkait kasus Khashoggi, jaksa Saudi menuntut hukuman mati untuk lima dari 11 tersangka yang telah didakwa. Total ada 21 tersangka yang ditahan dan diselidiki terkait kasus ini.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed