DetikNews
Kamis 15 November 2018, 20:29 WIB

Jaksa Saudi Tegaskan Putra Mahkota Tak Terlibat Kasus Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Jaksa Saudi Tegaskan Putra Mahkota Tak Terlibat Kasus Khashoggi Pangeran Mohammed bin Salman (REUTERS/Hamad I Mohammed/File Photo)
Riyadh - Jaksa penuntut umum Arab Saudi dalam pernyataan terbaru kembali menyangkal keterlibatan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Wakil Jaksa Penuntut Umum dan juru bicara kantor jaksa Saudi, Shaalan al-Shaalan, dalam pernyataan terbaru di Riyadh menyebut Wakil Kepala Intelijen Saudi, Ahmed al-Assiri -- yang sudah dicopot dari jabatannya, yang telah memerintahkan misi untuk memaksa Khashoggi kembali ke Saudi.

Al-Assiri disebut sebagai sosok yang membentuk tim beranggotakan 15 orang yang dikirim ke Istanbul, Turki. Tim yang dibentuk itu, sebut Al-Shaalan, dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni tim negosiasi, tim intelijen dan tim logistik. Ditekankan Al-Shaalan bahwa misi dari tim 15 orang itu hanya membujuk Khashoggi kembali ke Saudi. Namun setelah 'negosiasi' gagal dilakukan, pembunuhan terhadap Khashoggi dilakukan.


Al-Shaalan menyebut Khashoggi tewas setelah terjadi pergulatan yang membuatnya diberi suntikan bius atau penenang dengan dosis mematikan. Diakui oleh Al-Shaalan bahwa jenazah Khashoggi dimutilasi dan potongan tubuhnya diserahkan kepada seorang agen lokal di luar kompleks Konsulat Saudi di Istanbul. Al-Shaalan menyebut, kepala tim negosiasi, yang tak disebut namanya, merupakan sosok yang memberikan perintah pembunuhan.

Dalam pernyataannya itu, seperti dilansir AFP dan Bloomberg, Kamis (15/11/2018), Al-Shaalan menegaskan bahwa MBS, yang kini memimpin Saudi, tidak mengetahui misi tersebut. "Dia tidak mengetahui," tegas Al-Shaalan, yang juga menyebut MBS sempat diberi laporan palsu soal pembunuhan Khashoggi.

Saat ditanya lebih lanjut apakah penasihat dan 'tangan kanan' MBS, Saud al-Qahtani, ikut terlibat dalam kasus ini, Al-Shaalan menyebut bahwa Al-Qahtani memiliki peran koordinasi dan memberikan informasi.


Disebutkan Al-Shaalan bahwa Al-Qahtani yang telah dipecat dari jabatannya, sempat bertemu tim 15 orang itu sebelum mereka berangkat ke Istanbul. Pertemuan itu disebut untuk memberikan briefing soal aktivitas Khashoggi. Ditegaskan Al-Shaalan bahwa Al-Qahtani kini masih dalam penyelidikan dan dicegah ke luar negeri.

Terkait kasus Khashoggi ini, jaksa Saudi menuntut hukuman mati untuk lima dari 11 tersangka yang telah didakwa. Total ada 21 tersangka yang ditahan dan diselidiki terkait kasus ini, dengan penyelidikan untuk menentukan peran tersangka lainnya masih berlanjut.

Dalam pernyataan terpisah beberapa waktu lalu, jaksa penuntut umum Istanbul di Turki menyebut Khashoggi dicekik hingga tewas dalam aksi yang telah direncanakan dan jenazahnya dimutilasi. Keberadaan jenazah Khashoggi hingga kini masih misterius. Dalam pernyataannya, Al-Shaalan menyebut pihaknya juga belum mengetahui lokasi jenazah Khashoggi.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed