DetikNews
Rabu 14 November 2018, 23:00 WIB

'Sindikat' Internasional di Kasus Pembunuhan Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Sindikat Internasional di Kasus Pembunuhan Khashoggi Jamal Khashoggi (Foto: Dok. Facebook Jamal Khashoggi via NDTV)
Washington DC - Tabir misteri pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi masih belum tersingkap. Berbagai dugaan muncul berkaitan dengan siapa sebenarnya yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi di dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul tersebut.

Otoritas Saudi telah menahan 18 orang dalam penyelidikan kasus tersebut. Lima belas orang di antaranya disebut sebagai warga Saudi yang diidentifikasi otoritas Turki sebagai tim intelijen yang tiba di Istanbul sebelum Khashoggi dibunuh.

Belakangan seorang mantan pejabat Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA, Bob Baer, menyebut pemerintahan Presiden AS Donald Trump ikut membantu Saudi dalam menutup-nutupi pembunuhan Khashoggi. Baer yang saat ini menjadi analis intelijen menyampaikan dugaannya itu dalam program acara televisi CNN 'Jake Tapper' pada 13 November seperti dilansir Business Insider dan Hurriyet Daily News, Rabu (14/11/2018).

Baer sebelumnya pernah bekerja sebagai agen CIA khususnya untuk isu-isu kawasan Timur Tengah. "Kita selalu menutup sebelah mata untuk hal-hal yang terjadi di Arab Saudi," sebut Baer kepada CNN.

Sebelumnya otoritas Turki mengirim bukti rekaman audio yang memperdengarkan momen penting kasus pembunuhan itu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan rekaman itu dikirim ke sejumlah negara termasuk Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Inggris.




"Mereka telah mendengarkan semua percakapan di dalamnya. Mereka tahu," imbuh Erdogan tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, kata-kata terakhir Khashoggi sebelum dibunuh diungkapkan oleh surat kabar propemerintah Turki, Sabah. Dalam kata-kata terakhirnya, Khashoggi menyebut dirinya merasakan sesak napas.

Khashoggi (60) yang seorang wartawan senior dan kolumnis The Washington Post ini tewas dibunuh setelah masuk ke dalam Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu. Jaksa penuntut umum Istanbul menyebut Khashoggi tewas dicekik dalam aksi yang direncanakan dan jenazahnya dimutilasi.

Otoritas Saudi, melalui Jaksa Agung Saud al-Mojeb, telah mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana. Namun keberadaan jenazahnya dan siapa pemberi perintah pembunuhan belum diketahui hingga kini.

Informasi terbaru yang belum terkonfirmasi dari surat kabar Turki, Sabah, menyebut pembunuh Khashoggi membuang jenazahnya ke pipa saluran usai melarutkannya dengan zat asam. Sampel yang diambil dari pipa-pipa saluran di kompleks Konsulat Saudi menunjukkan adanya bekas zat asam. Temuan itu mendorong keyakinan para penyidik Turki bahwa jenazah Khashoggi dibuang melalui pipa saluran dalam bentuk cairan.


(dhn/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed